Fakta-fakta Uang Suap Rp800 Juta yang Diamankan KPK dari Hercules

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal menjadi sorotan usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita duit tunai senilai Rp800 juta darinya.

Penyitaan itu mengenai kasus dugaan suap mengenai pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk (SMC) dan penerimaan lainnya.

Pada September lalu, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di area Jabodetabek mengenai dugaan korupsi dalam pengurusan kewenangan guna gedung PT SMC di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap mengenai pengurusan HGB PT SMC dan penerimaan lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Berikut fakta-fakta duit suap Rp800 juta nan disita KPK dari Hercules

Diserahkan di Gedung KPK

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kuasa norma Hercules menyerahkan duit tunai itu ke interogator di Gedung Merah Putih pada Kamis (15/10).

"Hari ini, Kamis, interogator melakukan penyitaan peralatan bukti dalam corak duit tunai senilai Rp800 juta dari kerabat NMB (Kuasa norma dari Hercules)" kata Budi ke awak media.

Hercules Kooperatif

Budi mengatakan penyerahan duit nan diduga mengenai dengan perkara kepada interogator merupakan salah satu corak sikap kooperatif dan support kepada proses penegakan hukum.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak nan terus mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi nan dilakukan KPK," kata Budi.

Hercules Diduga Terima dari PT SMC

Dana itu diduga merupakan duit nan diterima Hercules dari PT SMC berangkaian dengan pengelolaan lahan di wilayah Bogor dan permintaan dari PT SMC untuk membuka blokir dan pengurusan HGB-nya.

"Uang dimaksud diduga merupakan duit nan diterima oleh HRM dari PT SMC berangkaian dengan pengelolaan lahan di wilayah Bogor, Jawa Barat," kata Budi

Lebih lanjut, dia menjelaskan lahan itu kemudian menjadi objek investigasi KPK lantaran terjadi dugaan suap untuk mengurus pembukaan blokir dan kewenangan guna gedung (HGB).

(sfr/sfr)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑