Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mulai melirik ekspansi ke luar Pulau Jawa, seiring tetap besarnya potensi pasar di beragam wilayah nan belum banyak tersentuh ritel modern.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyebut Sulawesi, Kalimantan, Sumatra hingga area Indonesia Timur menjadi wilayah nan menjanjikan untuk pengembangan upaya ritel dalam beberapa tahun ke depan.
"Masih banyak kota-kota tier dua, tier tiga nan belum tersentuh sebetulnya oleh sektor ritel, ritel modern begitu ya. Itu nan saya kira tetap menjadi peluang," kata Alphonzus dalam Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/6/2026).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi sejumlah wilayah di luar Jawa apalagi berada di atas rata-rata nasional, terutama Sulawesi.
"Sulawesi ini kan pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional begitu, jadi saya kira peluangnya tetap besar," ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan pusat perbelanjaan baru di Jakarta diperkirakan semakin terbatas, lantaran tingginya nilai lahan dan besarnya kebutuhan investasi.
"Saya kira di Jakarta tetap bakal terbatas, untuk penambahan suplai pusat belanja," tutur Alphonzus.
Karena itu, dia mendorong para peritel maupun pengelola pusat shopping untuk mulai memandang kesempatan ekspansi di luar Jawa, sebagai strategi jangka menengah dan panjang, menghadapi perlambatan konsumsi di wilayah perkotaan besar.
"Untuk mengatasi situasi saat ini, saya kira teman-teman peritel tetap bisa mempertimbangkan untuk ekspansi begitu, tetapi di luar Pulau Jawa ya," pungkasnya.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja. (CNBC Indonesia) Foto: Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja. (CNBC Indonesia)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·