Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan insentif pajak untuk industri perfilman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta Kota Sinema. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan produksi movie nasional sekaligus menarik lebih banyak aktivitas industri imajinatif ke Ibu Kota.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengatakan insentif untuk support industri perfilman tersebut saat ini tetap dalam tahap persiapan, baik dari sisi izin maupun kelembagaan.
"Betul, dalam rangka mendukung Jakarta Kota Sinema, kita sedang mempersiapkan regulasinya sekaligus finalisasi kelembagaannya," kata Lusiana di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, insentif pajak ini nantinya bakal diberikan kepada produser movie sebagai stimulus agar produksi movie dalam negeri semakin meningkat.
"Kalau semuanya sudah siap, kelak kita bakal terapkan insentif untuk para produser movie agar produksi movie dalam negeri bisa lebih berkembang," ujarnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya industri perfilman nan dinilai mempunyai potensi besar bagi perekonomian kota.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan focus group discussion (FGD) mengenai insentif bagi industri perfilman pada Selasa (10/3) di Balaikota DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat ekosistem industri kreatif, khususnya sektor perfilman, sekaligus mendorong Jakarta sebagai kota nan ramah bagi produksi film.
FGD tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan dihadiri oleh jejeran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta para pelaku industri perfilman nasional. Dalam forum ini, beragam pihak berbincang mengenai kebutuhan support kebijakan, kemudahan perizinan, serta skema insentif nan dapat mendorong pertumbuhan produksi movie di Jakarta.
"Melalui obrolan ini, Pemprov DKI Jakarta berambisi dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat industri kreatif, khususnya perfilman, melalui program Jakarta Kota Sinema," kata Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta di akun IG @disbuddki.
"Selain memberikan ruang perbincangan antara pemerintah dan pelaku industri, FGD ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan nan bisa meningkatkan daya saing industri movie sekaligus membuka kesempatan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat," tambahnya.
(jbr/jbr)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·