Ilustrasi(Dok Magnific)
JAHE selama ini dikenal sebagai rempah nan bisa memberikan sensasi hangat dan kerap dikonsumsi dalam corak teh alias wedang. Namun, di kembali rasanya nan khas, tanaman berjulukan ilmiah Zingiber officinale ini juga mempunyai sejumlah kandungan aktif nan dapat mendukung kesehatan tubuh.
Menurut Alodokter, jahe mengandung gingerol nan mempunyai sifat antiradang, antioksidan, dan antimual. Kandungan tersebut membikin jahe kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan beragam keluhan, mulai dari mual, perut kembung hingga nyeri sendi.
Bisa Bantu Redakan Mual hingga Nyeri Haid
Salah satu manfaat jahe nan cukup dikenal adalah membantu mengatasi gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut. Selain gingerol, jahe juga mengandung shogaol dan zingerone nan mempunyai sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Alodokter juga menyebut jahe dapat membantu meredakan indikasi pilek dan batuk serta mengurangi nyeri haid. Kandungan antioksidannya dinilai dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan sekaligus mengurangi peradangan.
Jahe pun cukup mudah dikonsumsi. Rempah ini dapat digunakan dalam corak segar, kering, parut, cincang, pasta, bubuk, teh, permen maupun ekstrak cair.
Jangan Berlebihan, Ada Efek Sampingnya
Meski berasal dari bahan alami, bukan berfaedah jahe selalu kondusif jika dikonsumsi tanpa batas. Penggunaan dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan sejumlah pengaruh samping, seperti rasa panas di dada alias heartburn, diare, sering bersendawa, nyeri alias rasa tidak nyaman di perut hingga iritasi pada mulut dan tenggorokan.
Untuk orang dewasa, Alodokter menyebut konsumsi jahe segar alias kering umumnya sekitar 0,5–3 gram per hari dan dapat digunakan hingga 12 minggu. Sementara corak lain, seperti teh, sirop, kapsul alias ekstrak cair, sebaiknya mengikuti petunjuk bungkusan alias rekomendasi dokter.
Perhatikan Jika Sedang Minum Obat
Jahe juga perlu dikonsumsi secara hati-hati oleh orang nan mempunyai kondisi kesehatan tertentu alias sedang menjalani pengobatan. Konsumsi jahe berbareng obat tertentu dapat meningkatkan akibat gula darah terlalu rendah, tekanan darah turun berlebihan, maupun perdarahan.
Karena itu, Alodokter menyarankan berkonsultasi dengan master sebelum mengonsumsi jahe secara rutin, terutama jika mempunyai penyakit tertentu alias sedang menggunakan obat. (Netty Fatmawati Pane/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·