Jakarta -
Fenomena Hari Tanpa Bayangan bakal kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada semester kedua tahun 2026. Peristiwa astronomi ini berjalan ketika Matahari berada tepat di atas suatu letak sehingga gambaran barang tegak dapat menghilang untuk sesaat.
Waktu terjadinya Hari Tanpa Bayangan berbeda di setiap daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencantumkan agenda kulminasi utama kedua di beragam ibu kota provinsi nan dapat menjadi referensi masyarakat untuk mengamatinya.
Apa Itu Hari Tanpa Bayangan?
Hari Tanpa Bayangan alias dikenal sebagai kulminasi utama alias transit Matahari merupakan kejadian ketika Matahari berada di posisi paling tinggi di langit. Saat kulminasi utama, Matahari berada tepat di atas kepala pengamat alias mencapai titik zenit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi tersebut, gambaran barang tegak dapat terlihat sangat pendek alias apalagi seolah menghilang lantaran Matahari berada tepat di atas benda. Fenomena ini dapat terjadi di wilayah Indonesia lantaran letaknya berada di sekitar garis khatulistiwa.
Kapan Terjadinya di Indonesia?
BMKG menjelaskan kulminasi utama terjadi ketika bagian ekuator Bumi tidak tepat berimpit dengan bagian ekliptika. Posisi Matahari nan tampak dari Bumi kemudian terus berubah sepanjang tahun dengan kisaran sekitar 23,5 derajat Lintang Utara hingga 23,5 derajat Lintang Selatan.
Pada 2026, Matahari melintasi wilayah Indonesia dalam dua periode. Kulminasi utama pertama berjalan antara 21 Februari hingga 5 April, sedangkan kulminasi utama kedua terjadi antara 21 September hingga 21 Oktober. Jadwal kulminasi utama kedua inilah nan mencakup sejumlah ibu kota provinsi pada September dan Oktober 2026.
Untuk mengawasi Hari Tanpa Bayangan, masyarakat dapat menyiapkan barang tegak seperti tongkat nan ditempatkan di permukaan datar. Pengamatan dapat dilakukan mendekati waktu kulminasi nan tercantum dalam jadwal, dengan memperhatikan kondisi cuaca di masing-masing daerah.
Jadwal di Tiap Ibu Kota Provinsi
Berikut agenda Hari Tanpa Bayangan alias kulminasi utama kedua di setiap ibu kota provinsi berasas info BMKG:
- Banda Aceh: 8 September 2026 pukul 12.36.30 WIB
- Medan: 14 September 2026 pukul 12.20.56 WIB
- Padang: 25 September 2026 pukul 12.10.20 WIB
- Pekanbaru: 21 September 2026 pukul 12.07.23 WIB
- Bengkulu: 3 Oktober 2026 pukul 12.00.05 WIB
- Jambi: 27 September 2026 pukul 11.56.39 WIB
- Tanjung Pinang: 20 September 2026 pukul 11.55.46 WIB
- Palembang: 30 September 2026 pukul 11.51.02 WIB
- Bandar Lampung: 7 Oktober 2026 pukul 11.46.52 WIB
- Pangkal Pinang: 28 September 2026 pukul 11.46.18 WIB
- Serang: 9 Oktober 2026 pukul 11.42.44 WIB
- Jakarta Pusat: 9 Oktober 2026 pukul 11.40.02 WIB
- Bandung: 11 Oktober 2026 pukul 11.36.24 WIB
- Semarang: 11 Oktober 2026 pukul 11.25.02 WIB
- Yogyakarta: 13 Oktober 2026 pukul 11.24.51 WIB
- Surabaya: 12 Oktober 2026 pukul 11.15.43 WIB
- Pontianak: 23 September 2026 pukul 11.35.08 WIB
- Palangka Raya: 29 September 2026 pukul 11.14.52 WIB
- Banjarbaru: 2 Oktober 2026 pukul 12.10.09 WITA
- Samarinda: 24 September 2026 pukul 13.03.40 WITA
- Tanjungselor: 15 September 2026 pukul 12.05.53 WITA
- Denpasar: 15 Oktober 2026 pukul 12.05.00 WITA
- Mataram: 15 Oktober 2026 pukul 12.01.27 WITA
- Kupang: 20 Oktober 2026 pukul 11.30.33 WITA
- Mamuju: 30 September 2026 pukul 11.54.33 WITA
- Makassar: 6 Oktober 2026 pukul 11.50.32 WITA
- Palu: 25 September 2026 pukul 11.52.23 WITA
- Kendari: 3 Oktober 2026 pukul 11.39.04 WITA
- Gorontalo: 21 September 2026 pukul 11.40.58 WITA
- Manado: 19 September 2026 pukul 11.34.33 WITA
- Sofifi: 21 September 2026 pukul 12.22.58 WIT
- Ambon: 2 Oktober 2026 pukul 12.16.45 WIT
- Manokwari: 25 September 2026 pukul 11.55.31 WIT
- Jayapura: 29 September 2026 pukul 11.27.39 WIT
- Sorong: 25 September 2026 pukul 12.06.41 WIT
- Nabire: 2 Oktober 2026 pukul 11.47.29 WIT
- Wamena: 3 Oktober 2026 pukul 11.33.23 WIT
- Merauke: 15 Oktober 2026 pukul 11.24.16 WIT
Perbedaan waktu dipengaruhi oleh posisi geografis masing-masing wilayah terhadap Matahari. Masyarakat nan mau mengawasi kejadian ini dapat mencatat agenda sesuai letak masing-masing. Pastikan pula kondisi langit cukup cerah agar perubahan gambaran barang dapat terlihat dengan jelas.
(wia/idn)
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·