Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menetapkan target lifting minyak bumi sebesar 612.500 barel per hari (bph) untuk tahun 2027. Target ini mengalami kenaikan dibandingkan sasaran tahun 2026 nan dipatok pada nomor 610.000 bph.
Keputusan tersebut disepakati usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8). Bahlil optimistis peningkatan produksi dapat dicapai melalui aktivasi sejumlah sumur baru dan optimasi teknologi.
“Kami sepakati (target lifting minyak) menjadi 612.500 barel per hari,” ujar Bahlil. Ia menjelaskan bahwa pada 2027 bakal ada penambahan sumur minyak di beberapa wilayah, termasuk proyek di wilayah Madura nan digarap oleh perusahaan asal Malaysia, Petronas.
Selain sumur baru, pemerintah mengandalkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mendongkrak produksi dari sumur-sumur eksisting. Potensi penambahan produksi juga diharapkan datang dari sejumlah sumur di wilayah Sumatera, dengan catatan tidak terkendala masalah teknis pada sektor kelistrikan maupun pipa penyalur.
Di sisi lain, Bahlil mengakui bahwa sasaran lifting minyak tahun 2026 sebesar 610.000 bph tetap susah tercapai. Hingga 31 Juli 2026, rata-rata produksi minyak mentah nasional baru menyentuh nomor 578.156 bph.
Hambatan utama berasal dari penurunan produksi alamiah (natural decline) di Blok Cepu, nan merosot dari puncak 185.000 bph menjadi 140.000 bph. Selain itu, hambatan teknis di Blok Rokan turut memicu kehilangan potensi produksi sekitar 4 hingga 5 juta barel.
“Ada kebocoran jaringan pipa penyalur gas milik PT TGI dan hambatan sistem kelistrikan di Blok Rokan nan berakibat pada produksi. Hal ini nan membikin sasaran lifting 2026 belum tercapai,” pungkas Bahlil. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·