Jadi Wadah Program CSR, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia Usung Tiga Pilar

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta -

Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM) mengusung tiga program pilar strategis untuk memperkuat kepedulian dan kontribusi sosial korporasi bagi masyarakat Indonesia. Ketiga pilar utama tersebut mencakup kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas, pemberdayaan dan digitalisasi UMKM, serta support medis bagi pasien kanker.

Ketiga program strategis ini dirancang untuk memberikan akibat nyata nan inklusif, terencana, dan berkesinambungan bagi masyarakat nan membutuhkan. Penasihat Yayasan TSKM Andi Mallarangeng menyampaikan inisiatif ini menjadi sarana untuk meneruskan semangat dan daya juang Kartini Muljadi.

Kesetaraan Peluang Bagi Penyandang Disabilitas

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilar pertama diwujudkan melalui 'Program Kesetaraan Peluang Bagi Penyandang Disabilitas' nan memberikan pemagangan terstruktur dalam empat tahapan, mulai dari pengenalan budaya kerja perusahaan, training keterampilan, praktik kerja berdikari (on the job training), hingga pertimbangan rekrutmen.

Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk Ernes Beneldy memaparkan peserta pemagangan bakal mendapatkan pendampingan unik dari para tenaga kerja nan telah dibekali training Disability Sensitivity.

"Program ini bakal kami lakukan dalam beberapa tahap, persisnya adalah empat tahap nan berkelanjutan, nan berkesinambungan," ujar Ernes dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan alur pengembangan peserta dirancang secara terstruktur, mulai dari dasar hingga praktik lapangan.

"Jadi dengan melalui program ini kami bakal memberikan alias menyiapkan para peserta dengan pembelajaran terstruktur, lantas kami memberikan keterampilan, dan juga kami bakal memberikan pengalaman kerja nyata langsung di operasional kami," sambungnya.

Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM

Pada pilar kedua, TSKM meluncurkan 'Program Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM di Bidang E-commerce' dengan memanfaatkan platform Tempomart.com.

Business Unit PT Tempo Digital Nusantara Stuart, menjelaskan Tempomart memberikan akses pasar digital nan transparan dan terjangkau bagi para pelaku upaya lokal.

"Melalui Tempomart, kami mau menyediakan pilihan kanal penjualan dengan akses nan terbuka dan biaya nan ringan. Dengan demikian pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya, menjangkau calon pembeli di luar pasar nan selama ini mereka layani, dan mempunyai lebih banyak ruang untuk mengembangkan usaha," kata Stuart.

Harapan Penyembuhan Pasien Kanker

Pilar ketiga difokuskan pada 'Program Harapan Penyembuhan bagi Pasien Kanker' nan diawali melalui penyaluran support obat terapi kanker senilai Rp 5 miliar bagi masyarakat ekonomi lemah. Penyaluran obat tersebut berasal dari portofolio PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) dan didukung oleh bantuan pribadi Executive Chairman Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi.

Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk sekaligus Wakil Ketua Pengurus Yayasan TSKM I Made Dharma Wijaya menjelaskan program ini bermaksud melengkapi pengobatan nan tidak ter-cover BPJS Kesehatan guna memastikan pasien dapat menyelesaikan seluruh siklus terapi tanpa terputus.

"Nah tujuan daripada program ini adalah memperluas akses bagi pasien di Indonesia, lampau tentu saja berkedudukan nyata dalam meringankan beban finansial dari pasien dan keluarganya, dan nan terakhir tentu penyalurannya bakal dilakukan secara transparan dan akuntabel dan bekerja sama tentunya, lantaran penanganan kanker ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang rumah sakit alias dokter, tetapi kudu dilakukan di rumah sakit nan mempunyai instalasi pelayanan kanker," ungkap Made.

Ia menambahkan, sasaran akhir dari program ini adalah untuk meningkatkan survival rate alias angan hidup dari penderita kanker. Sebab dalam banyak kasus, pengobatan kanker tidak efektif lantaran cycle tidak dilakukan secara penuh.

"Contohnya misalnya satu cycle itu kudu dilakukan secara terus-menerus selama 21 hari dan kudu selama setahun, tetapi lantaran keterbatasan biaya mungkin hanya dilakukan selama 3 bulan lantaran tidak mempunyai lagi budget untuk pengadaan obat pada cycle-cycle berikutnya. Nah itu nan menyebabkan kemudian banyak nan tidak tertolong. Nah kita datang untuk bisa membantu kondisi tersebut," pungkasnya.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑