Jadi Korban Perang AS-Iran, Tetangga Kaya RI Minta Minyak ke Singapura

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese resmi mendarat di Singapura pada Jumat untuk memperkuat hubungan dengan pemasok utama bahan bakar minyak (BBM) olahan di tengah krisis daya nan kian mencekam. Langkah darurat ini diambil seiring dengan gencatan senjata nan rentan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran nan terbukti kandas meredam lonjakan nilai bensin di pasar global.

Mengutip AFP, Albanese dijadwalkan bakal berjumpa dengan pemimpin Singapura, Lawrence Wong, setelah melakukan peninjauan langsung ke Pulau Jurong nan merupakan pusat akomodasi kilang minyak utama milik negara kota tersebut. Kunjungan ini dinilai sangat strategis mengingat Singapura menyediakan lebih dari seperempat kebutuhan bahan bakar olahan bagi Australia.

Sebagai hadiah dari hubungan jual beli tersebut, Australia memegang peran krusial bagi Singapura lantaran bertindak sebagai pemasok gas alam cair (LNG) terbesar kedua. Ketergantungan timbal kembali ini menjadi fondasi utama dalam negosiasi keamanan daya nan sedang berjalan di antara kedua negara bertetangga tersebut.

"Adalah kepentingan kedua negara kita untuk terlibat satu sama lain guna memastikan bahwa kita berdua adalah pemasok nan dapat diandalkan," kata Albanese pada hari Kamis saat dia tiba di Singapura.

"Sangat krusial bahwa di masa-masa susah bumi seperti sekarang ini, kita dapat mengandalkan satu sama lain," ujar Albanese menekankan pentingnya solidaritas antarnegara sekutu di tengah ketidakpastian global.

"Ini adalah hubungan nan krusial pada saat keamanan bahan bakar menjadi agenda utama di seluruh bumi akibat bentrok nan terjadi di Timur Tengah," tambah pemimpin Australia tersebut merujuk pada ketegangan geopolitik nan terus memanas.

Kondisi ketahanan daya di Australia saat ini berada dalam posisi nan sangat rentan lantaran ketergantungan nan luar biasa besar pada pasar luar negeri. Australia tercatat mengandalkan impor untuk memenuhi sekitar 90% dari total kebutuhan produk minyak bumi olahan mereka guna menggerakkan roda ekonomi domestik.

Krisis ini mulai berakibat langsung pada masyarakat di mana laporan terbaru pekan ini mengungkapkan bahwa 3% stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Australia telah kehabisan stok diesel. Kelangkaan ini memicu kekhawatiran bakal lumpuhnya sektor transportasi dan logistik di Negeri Kanguru tersebut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Menteri Energi Australia Chris Bowen memberikan info terbaru nan menunjukkan skala krisis di lapangan dengan melaporkan bahwa sebanyak 216 stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Australia saat ini tidak mempunyai stok diesel. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,7% dari total keseluruhan stasiun pengisian bahan bakar nan ada di negara itu.

Selain masalah diesel nan mulai langka, Chris Bowen juga memberikan peringatan mengenai persediaan bahan bakar nasional lainnya nan kian menipis. Ia menambahkan bahwa saat ini Australia hanya mempunyai persediaan bensin nan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 39 hari ke depan.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News