Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |17:56 WIB

Ketua Kadin (Foto: Okezone)
JAKARTA - Isu saham gorengan menjadi perbincangan hangat di tengah runtuhnya indeks nilai saham campuran (IHSG) dalam beberapa hari belakangan ini.
Menanggapi perihal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya edukasi bagi para investor, khususnya penanammodal kecil.
Dia menegaskan bahwa kunci utama untuk menghadapi kejadian saham gorengan adalah edukasi. Menurutnya, investasi di pasar modal tidak bisa hanya didasarkan pada pergerakan nilai jangka pendek, melainkan kudu melalui kalkulasi nan rasional.
"Yang krusial adalah edukasi, bahwa investasi pasar modal itu adalah investasi nan perlu dengan kalkulasi," kata Anindya saat dijumpai di Menara Kadin, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Anindya menekankan bahwa saham bukan sekadar instrumen nan harganya naik dan turun dalam waktu singkat. Lebih dari itu, saham merepresentasikan proyeksi keahlian dan pertumbuhan perusahaan di masa depan nan semestinya dapat dianalisis dan diperhitungkan secara masuk akal.
"Karena kan secara teori saham itu adalah kasarnya, net present value daripada pertumbuhan suatu perusahaan, alias nilai sekarang dari pertumbuhan masa depan. Ini tidak sekadar nilai naik dan turun, tapi ini merupakan proyeksi masa depan, sehingga proyeksi itu bisa dihitung," terangnya.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·