Isu Reshuffle Mereda, IHSG dan Rupiah Menguat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Isu Reshuffle Mereda, IHSG dan Rupiah Menguat Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

INDEKS nilai saham campuran (IHSG) dan nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (9/6), seiring meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya rumor pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pada hari ini, IHSG naik 2,10% alias menguat 112 pon ke level 5.454,58. Rupiah menguat ke sekitar Rp18.100 per dolar AS pada Selasa sore, pulih setelah mencapai titik terendah intraday di 18.234

Ekonom Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Keluarga Pahlawan (YKP) Yogyakarta Aditya Hera Nurmoko mengatakan l, pasar merespons positif setelah muncul penegasan bahwa rumor pergantian menteri finansial tersebut tidak benar.

Menurutnya, berkurangnya ketidakpastian politik menjadi salah satu aspek nan membantu memperbaiki sentimen investor. 

Pasar finansial pada umumnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama nan berangkaian dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

"Rumor pergantian menteri finansial sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika rumor itu dibantah, sebagian penanammodal kembali percaya bahwa tidak bakal ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," kata Aditya dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, penanammodal juga meletakkan perhatian pada kesinambungan kebijakan ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai krusial dalam menjaga stabilitas rupiah serta pasar obligasi.

Dengan tidak adanya pergantian mendadak di posisi strategis tersebut, pasar memandang kesempatan kebijakan ekonomi dapat melangkah lebih konsisten sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Selain aspek tersebut, penguatan pasar juga dipengaruhi tindakan beli setelah tekanan nan terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Sehari sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam dan nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ketika sentimen negatif mulai mereda, sebagian penanammodal memanfaatkan kondisi nilai saham nan telah turun untuk melakukan tindakan beli alias buy on weakness. 
Langkah tersebut kemudian membantu mendorong rebound IHSG dan penguatan rupiah.

Meski demikian, Aditya mengingatkan penguatan IHSG dan rupiah tidak dapat dikaitkan hanya dengan meredanya rumor reshuffle kabinet. Menurutnya, pergerakan pasar finansial dipengaruhi banyak faktor, antara lain arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, sentimen terhadap dolar AS, serta ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.

"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif nan mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya aspek nan menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menekankan, penguatan IHSG tidak lepas dari persepsi penanammodal terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan fiskal nasional.

"Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," terang Esther.

Ia menjelaskan, untuk bisa menarik aliran modal masuk, Indonesia kudu memenuhi sejumlah syarat mendasar nan menjadi pertimbangan penanammodal global. Pertama, kepastian norma untuk berbisnis di Indonesia. Kedua, prospek ekonomi pasar nan baik. Ketiga, kesiapan bahan baku nan memadai.

"Keempat, ekosistem nan mendukung. Kelima, integrasi rantai pasok global. Keenam, kesiapan prasarana energi, listrik, air dan lainnya nan baik. Ketujuh, pengharmonisan peraturan antar lembaga baik pusat maupun daerah," paparnya.

Esther menegaskan, stabilitas di level kementerian, memberi sinyal positif bagi penanammodal lantaran mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek.

Menurutnya, jika ketujuh aspek tersebut bisa dipenuhi, maka aliran modal asing bakal lebih mudah masuk dan memperkuat nilai tukar rupiah serta pasar modal domestik. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia