Israel Panas! Dua Musuh Netanyahu Bersatu, Siap "Ambil Alih" Negara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilu Israel kian memanas setelah mantan perdana menteri, Naftali Bennett dan pemimpin oposisi, Yair Lapid, resmi beraliansi untuk menantang petahana Benjamin Netanyahu dalam pemilu nan diperkirakan berjalan akhir tahun ini.

Keduanya sepakat menggabungkan kekuatan politik guna menyatukan oposisi nan selama ini terpecah. Dalam pernyataan berbareng nan disiarkan televisi, Bennett dan Lapid mengumumkan pembentukan partai baru berjulukan Together, nan bakal dipimpin oleh Bennett.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, berbareng kawan saya Yair Lapid, kami mengambil langkah paling Zionis dan patriotik untuk negara kami," ujar Bennett, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (27/4/2026).

Lapid menegaskan bahwa perbedaan ideologi bukan penghalang kerja sama. "Bennett adalah politisi sayap kanan, tetapi jujur, dan ada kepercayaan di antara kami," katanya.

Ia menambahkan, langkah ini bermaksud "menyatukan blok, mengakhiri perpecahan internal, dan memfokuskan semua upaya untuk memenangkan pemilu krusial nan bakal datang."

Aliansi ini juga diwarnai kritik terhadap kepemimpinan Netanyahu, terutama mengenai penanganan bentrok sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bennett menyatakan, jika terpilih, dia bakal membentuk komisi penyelidikan nasional atas kegagalan nan dinilai berujung pada serangan tersebut, nan klaimnya hingga sekarang ditolak oleh pemerintahan Netanyahu.

Lapid turut mengkritik kebijakan pemerintah, apalagi menyebut gencatan senjata dua minggu dengan Iran sebagai "bencana politik".

Bennett dan Lapid sebelumnya pernah berkoalisi pada 2021 dan sukses mengakhiri 12 tahun kekuasaan berturut-turut Netanyahu, meski pemerintahan mereka hanya memperkuat kurang dari 18 bulan. Netanyahu kemudian kembali berkuasa usai memenangkan pemilu November 2022 dan membentuk pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel.

Namun, bentrok berkepanjangan pasca-serangan Hamas dinilai menggerus kredibilitas keamanan Netanyahu. Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan semakin ketat.

Survei N12 News Israel pada 23 April memproyeksikan partai Likud nan dipimpin Netanyahu meraih 25 bangku parlemen, sementara Bennett diperkirakan mengamankan 21 kursi. Adapun partai Lapid diprediksi hanya meraih 7 kursi, turun dari 24 bangku saat ini.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News