Pemerintah Israel belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai penghentian perang dengan Hamas. Padahal, golongan Hamas lebih dulu mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang pada Jumat (31/7).
Hamas menyatakan sepakat menyerahkan persenjataannya kepada komite pemerintahan Palestina. Pada saat nan sama, Hamas menyebut kesepakatan tersebut mencakup penarikan pasukan Israel secara berjenjang dari Jalur Gaza.
Meski Israel belum merilis pernyataan resmi, seorang sumber politik di negara itu mengakui pihaknya tidak puas dengan isi kesepakatan. Menurutnya, kesepakatan tersebut tidak memuat tuntutan Israel mengenai demiliterisasi penuh di Jalur Gaza.
Sumber itu juga mengungkapkan bahwa rumor Gaza tidak dibahas saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjumpa Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada pekan ini.
Adapun penyerahan senjata Hamas menjadi salah satu poin utama dalam gencatan senjata nan disepakati pada Oktober 2025. Dalam pernyataan resminya, Trump menyebut Hamas telah menyetujui pelucutan senjata secara menyeluruh.
"Ini merupakan langkah krusial menuju pemerintahan Palestina di Gaza," kata Trump, seperti dikutip AFP.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada AFP bahwa Board of Peace, komite nan dibentuk untuk mengawasi transisi pemerintahan di Gaza, bakal mengawasi proses pendataan dan penyimpanan senjata tersebut.
Hamas juga meminta Board of Peace dan para mediator memastikan Israel mematuhi seluruh ketentuan dalam kesepakatan, termasuk penarikan pasukan secara berjenjang dari Jalur Gaza.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·