Militer Israel mengatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran pada Minggu (7/6).
"Beberapa saat nan lalu, sirene peringatan bersuara di sejumlah wilayah di seluruh negeri setelah teridentifikasinya rudal nan diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan dilansir dari AFP.
Militer Israel menyebut sejauh ini seluruh rudal nan ditembakkan Iran sukses dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka, namun Israel juga memperingatkan bahwa Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal tambahan.
"IDF sejauh ini telah mencegat seluruh rudal nan diluncurkan dari Iran. IDF saat ini telah mengidentifikasi peluncuran tambahan nan diarahkan ke Negara Israel," kata militer Israel.
"Sistem Pertahanan Udara saat ini sedang mengidentifikasi dan mencegat ancaman nan ada," lanjut pernyataan tersebut.
Menanggapi serangan itu, Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan bahwa pasukannya siap melancarkan serangan jawaban terhadap Iran begitu mendapat perintah dari pemerintah.
"IDF bakal menyerang musuh dengan kekuatan penuh segera setelah lampu hijau diberikan," kata Zamir dalam sebuah pernyataan saat melakukan penilaian situasi.
Di tengah meningkatnya ketegangan, golongan Hizbullah di Lebanon juga mengumumkan telah melancarkan serangan drone ke sebuah pos militer Israel di wilayah utara negara itu pada Minggu.
Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas apa nan disebut Hizbullah sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan-serangan nan menghantam sejumlah desa di Lebanon selatan.
Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan bahwa "sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh musuh Israel dan serangan-serangan nan menghantam desa-desa di Lebanon selatan... para pejuang Perlawanan Islam menargetkan, pada pukul 09.30 pagi hari Minggu, 7 Juni 2026, kerumunan tentara musuh Israel di Barak Dovev."
Pernyataan Hizbullah itu muncul beberapa jam setelah Israel mengatakan telah menggempur Beirut sebagai jawaban atas tembakan lintas perbatasan. Ketegangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bentrok di area dapat kembali meningkat meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak April lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·