Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk

Asap mengepul dari airport internasional Kuwait menyusul serangan drone Iran pada Maret 2026.

DUBAI – Militer Amerika Serikat (AS) menyerang situs radar pantai Iran pada Sabtu (6/6/2026) setelah menembak jatuh drone nan diluncurkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, demikian diumumkan militer. Ini merupakan eskalasi terbaru antara kedua negara di tengah upaya untuk mengakhiri perang.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa empat drone Iran tersebut menargetkan lampau lintas maritim regional. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa AS kemudian menyerang situs pengawasan Iran di Goruk dan Pulau Qeshm, nan keduanya berada di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran dilaporkan kembali meluncurkan rudal ke negara-negara Teluk, dengan Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan mencegat tujuh rudal balistik nan diluncurkan IRGC pada Sabtu. IRGC mengatakan serangan itu merupakan tanggapan atas serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk.

Amerika Serikat dan Iran telah terlibat dalam negosiasi nan sebagian besar tidak langsung untuk mengamankan kesepakatan sementara guna menghentikan perang nan telah berjalan selama tiga bulan, nan bakal menyerahkan isu-isu termasuk program nuklir Iran untuk dinegosiasikan lebih lanjut.

Namun, di tengah bentrok nan terjadi, kesepakatan tetap susah tercapai.

Sebagai bagian dari kesepakatan apa pun, Teheran menginginkan akses ke pendapatan minyak senilai miliaran dolar, pengecualian hukuman atas ekspor minyak mentah, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhannya, dan pengaruh atas selat tersebut. Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, tempat sekitar seperlima minyak bumi melintas sebelum perang.

Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan politik domestik nan meningkat akibat kenaikan nilai bahan bakar untuk mengakhiri perang nan tidak terkenal ini. Ia mengatakan kepada NBC bahwa meskipun sebagian besar akomodasi manufaktur drone dan rudal Iran telah dihancurkan, Iran tetap mempunyai akses ke sekitar seperlima rudal mereka.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com