Iran memperingatkan AS soal strategi baru menghadapi perang, mencakup medan perang, diplomasi, dan tekanan ekonomi setelah pertukaran serangan.(AFP)
IRAN memperingatkan Amerika Serikat (AS) bakal menghadapi strategi baru dalam perang di Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, setelah kedua negara terlibat dalam pertukaran serangan paling intens dalam beberapa pekan terakhir.
Rezaei mengatakan strategi baru Iran bakal diterapkan di medan perang, jalur diplomasi, serta dalam menghadapi tekanan ekonomi nan diberlakukan AS.
"Dengan perjuangan putus asa ini, kalian bukan hanya kandas keluar dari neraka nan telah kalian ciptakan sendiri, tetapi kalian bakal segera memandang strategi baru Iran di medan perang, dalam diplomasi, dan dalam menghadapi blokade ekonomi nan bakal menghancurkan fondasi kalian," kata Rezaei, Rabu (2/9) waktu setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah wilayah Iran. Serangan terbaru menyasar area pesisir dan wilayah timur Selat Hormuz, serta sejumlah provinsi di bagian barat, barat daya, dan selatan Iran.
Salah satu serangan menghantam Kota Kuhestak di pesisir Selat Hormuz. Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai 68 lainnya nan tengah menghadiri pesta pernikahan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.
Iran kemudian menyatakan melakukan serangan jawaban terhadap sejumlah sasaran militer AS di kawasan.
Serangan disebut menyasar letak di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, serta Erbil di wilayah Kurdistan Irak. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari kewenangan untuk memihak diri.
"Respons Iran dilakukan sesuai dengan kewenangan inheren untuk memihak diri," kata kementerian tersebut.
Teheran juga meminta negara-negara di area mencegah penggunaan wilayah mereka oleh militer AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Sejumlah negara Teluk sebelumnya berulang kali menyatakan tidak bakal mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan untuk menyerang Iran. (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·