Rudal milik Iran melintas di atas Israel(AFP)
IRAN menyatakan telah memfinalisasi kesepakatan damai dengan Amerika Serikat nan menjadi dasar penghentian perang dan operasi militer di seluruh front, termasuk di Libanon. Hal itu diumumkan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Senin (15/6).
Iran menyatakan MoU dengan AS difinalisasi untuk mengakhiri perang dan operasi militer di semua front. Adapun penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni di Swiss. Blokade laut terhadap Iran disebut bakal dihentikan sepenuhnya sesuai kesepakatan.
Dalam pernyataannya, SNSC menyebut Iran telah melewati fase negosiasi nan berat dan intensif dengan support rakyat serta abdi negara pertahanan negara. Naskah MoU mengenai perundingan penghentian perang segera diselesaikan pada 15 Juni.
“Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat telah difinalisasi pada malam 15 Juni," demikian pernyataan SNSC dikutip Tasnim.
SNSC menegaskan sesuai draf kesepakatan tersebut, perang dan operasi militer di semua front termasuk di Libanon, dihentikan segera dan permanen. Selain itu, blokade laut terhadap Iran bakal dicabut sepenuhnya.
“Berdasarkan kesepakatan nan dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, dihentikan segera dan permanen. Selain itu, blokade laut terhadap Iran diakhiri secara langsung dan sepenuhnya," imbuh SNSC.
SNSC juga menyatakan pembicaraan menuju perjanjian final bakal dilanjutkan setelah pihak lain terlebih dulu melaksanakan komitmen-komitmen nan tercantum dalam memorandum tersebut.
Pemerintah Iran pun turut menyampaikan apresiasi kepada Pakistan dan Qatar atas peran mediasi nan mereka jalankan selama proses perundingan.
Pengumuman SNSC muncul setelah sebelumnya Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sama-sama mengonfirmasi tercapainya kesepakatan penghentian perang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyambut perkembangan itu melalui platform Truth Social dan menyatakan persetujuannya terhadap pencabutan blokade Selat Hormuz di Iran. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi langkah krusial menuju deeskalasi bentrok nan selama beberapa bulan terakhir mengguncang area Timur Tengah dan pasar daya global. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·