Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan menargetkan hanggar jet tempur Amerika Serikat (AS), F-35, di Yordania, Rabu (10/6/2026). Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Angkatan Udara menembakkan rudal jarak jauh berbahan bakar padat ke wilayah nan juga menjadi markas pusat komando dan kendali AS di Timur Tengah itu.
Menurut pernyataan itu, IRGC menyatakan bahwa rudalnya mengenai dan menghancurkan empat sasaran krusial di pangkalan. IRGC menggambarkan serangan rudal tersebut sebagai penyelesaian operasi pembalasan nan lebih luas, nan diklaim mencakup serangan terhadap 21 sasaran di beragam pangkalan udara dan angkatan laut AS di seluruh wilayah.
Mengutip Al-Jazeera, selain menyasar markas jet tempur AS, Iran juga melaporkan menembak jatuh drone MQ-9 AS di wilayah udaranya. Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa pertahanan udara Iran menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-9 Amerika di atas kota Jam di provinsi Bushehr di Iran selatan.
IRGC mengakhiri pernyataannya dengan peringatan bahwa pasukannya tetap sepenuhnya siap untuk memberikan tanggapan nan "menghancurkan dan tegas" terhadap setiap tindakan militer AS selanjutnya. "Washington bakal memikul tanggung jawab penuh atas akibat eskalasi lebih lanjut," tambahnya.
Al-Mayadeen juga membikin gimana Iran menembakkan drone ke Armada Kelima AS di Bahrain. Kuwait juga menyebut gimana pertahanan udara menghalau sejumlah "serangan musuh".
Sementara itu militer AS mengatakan bahwa mereka telah resmi "menyelesaikan" serangan balasannya terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM), nan mengawasi pasukan Amerika di Timur Tengah, mengatakan pada X bahwa mereka telah "menyelesaikan serangan pertahanan diri terhadap Iran".
"Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan letak radar pengawasan di dekat Selat Hormuz dengan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS," kata postingan tersebut.
Sebelumnya AS menyerang Iran dengan klaim serangan ke helikopter Apche milik angkatan darat AS. Terdengar enam ledakan di Iran selatan, termasuk Pulau Qeshm di dekat Selat Hormuz.
Serangan ini terjadi usai eskalasi terjadi antara Israel dan Iran di awal minggu. Iran menyerang Israel sebagai jawaban eskalasi negeri Zionis ke Lebanon dan Gaza, nan kemudian dibalas Netanyahu, dan berujung ikut sertanya golongan pro Teheran di Yaman, Houthi.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·