loading...
Perusahaan Teknologi milik AS di Timur Tengah. FOTO/ viet
TEHERAN - Konflik di Iran menakut-nakuti rantai pasokan mineral krusial bagi industri semikonduktor global, mendorong kenaikan nilai aluminium dan helium, serta menciptakan akibat signifikan bagi perusahaan AI dan teknologi.
Industri teknologi dunia bisa menjadi korban berikutnya dari bentrok berkepanjangan di Timur Tengah, lantaran tekanan baru pada rantai pasokan semikonduktor menakut-nakuti untuk menghalang perkembangan pesat kepintaran buatan (AI).
Konflik tersebut telah menyoroti peran krusial Timur Tengah dalam memasok mineral krusial – material vital untuk pembuatan mikrochip bagi perusahaan teknologi besar.
Neil Shearing, kepalaekonomdi Capital Economics, berkomentar:"Semakin lama bentrok berlangsung, semakin besar akibat bahwa bahan-bahan krusial nan diproduksi area ini untuk rantai pasokan lainnya – misalnya, helium dalam semikonduktor – bakal menjadi masalah besar."
Seorang personil parlemen Korea Selatan memperingatkan bahwa perang dengan Iran dapat mengganggu pasokan bahan baku mikrochip, nan secara langsung menakut-nakuti industri semikonduktor terkemuka negara itu.
Bahkan, saham Samsung dan SK Hynix ambruk 20% di indeks KOSPI lantaran kekhawatiran tentang meningkatnya bentrok dan teknologi nan dinilai terlalu tinggi.
Kedua raksasa ini, berbareng dengan Micron, adalah tiga pemasok chip memori terbesardi duniauntuk pusat info elektronik dan AI. Pelanggan mereka termasuk grup Magnificent 7 seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple.
Chip ini sangat berjuntai pada mineral krusial seperti helium dan aluminium, dengan sebagian besar berasal dari Timur Tengah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·