Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait ilustrasi serangan jawaban Iran ke pangkalan militer AS di Kuwait.(AFP)

MILITER Iran kembali menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di area Timur Tengah, termasuk akomodasi militer AS di Kuwait, Kamis (3/9). Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan bahwa Washington siap melancarkan serangan baru terhadap Iran kapan saja.

Serangan terbaru memperluas eskalasi konflik. Selain Kuwait, Iran juga menyasar sasaran militer Amerika Serikat di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Irak, serta wilayah Kurdistan Irak.

Militer Kuwait menyatakan pertahanan udaranya berupaya mencegat rudal dan drone nan diluncurkan dari Iran. Televisi pemerintah Iran membenarkan serangan tersebut dan menyebut pangkalan AS di Kuwait sebagai sasaran. Teheran mengatakan serangan dilakukan sebagai jawaban atas serangan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran dan kematian penduduk sipil.

Ketegangan juga berangkaian erat dengan Selat Hormuz. Iran tetap mempertahankan kendali efektif atas jalur tersebut sedangkan Amerika Serikat berupaya menjalankan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. "Iran telah menerapkan strategi baru dalam perang ini nan bakal menghancurkan fondasi kalian," kata Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei.

Putaran pertempuran terbaru bermulai ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sasaran Iran pada Minggu lalu. Serangan itu merupakan nan pertama dalam beberapa pekan. Washington bermaksud mencegah Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz. Iran mengakui serangan tersebut menimbulkan korban dan kemudian membalas dengan menyasar pasukan Amerika Serikat di Yordania dan UEA.

Di tengah eskalasi tersebut, dua kapal tanker minyak juga terkena serangan nan pelakunya belum diketahui. Sebuah perusahaan pelayaran asal Arab Saudi melaporkan dua pelaut Filipina tewas dalam salah satu kejadian tersebut.

Washington tidak hanya meningkatkan tekanan militer. Pemerintah AS juga berencana memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran melalui hukuman nan menyasar negara dan perusahaan nan tetap melakukan perdagangan dengan Teheran.

Serangan AS juga dilaporkan mengenai letak pesta pernikahan di Kota Kuhestak, wilayah pesisir selatan Iran. Bulan Sabit Merah Iran menyebut pecahan rudal dalam serangan tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai puluhan orang.

Militer Amerika Serikat tidak memberikan penjelasan langsung mengenai serangan di letak pesta pernikahan tersebut. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa militer Amerika menargetkan penduduk sipil. "Militer Amerika Serikat tidak pernah menargetkan penduduk sipil, berbeda dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran," kata Hawkins.

Serangan tersebut memicu kemarahan pejabat Iran. Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat bertindak seperti setan. "Jika sebuah kekuatan bertindak seperti setan, memilih sasaran seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka kekuatan itu adalah setan," ucap Ghalibaf .

Di tengah meningkatnya serangan, sebagian penduduk Iran menyatakan kekhawatiran atas berlanjutnya konflik. Hossein Moazami, 50, pekerja mandiri, mengatakan situasi tersebut sangat memprihatinkan.

"Saya berambisi kedua pihak kembali ke meja perundingan lantaran rakyat Iran nan paling menderita akibat bentrok ini. Amerika berada di bagian bumi lain dan tidak merasakan akibat seperti nan kami rasakan," ujarnya. (AFP/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia