Jakarta, CNBC Indonesia - Lebanon menyambut baik kesepakatan dengan Israel untuk memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari setelah pemisah waktu nan berhujung pada Minggu (17/5/2026). Hal ini menyusul pembicaraan di Amerika Serikat (AS), meskipun pasukan Israel terus melancarkan serangan terhadap kota-kota dan desa-desa di Lebanon selatan.
Setidaknya 12 orang tewas pada hari Jumat, termasuk tiga petugas paramedis, menurut pihak berkuasa Lebanon.
Mengutip Aljazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selama pertemuan BRICS bahwa Teheran telah menerima komunikasi dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump nan menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi baru nan bermaksud mengakhiri perang.
Namun, Araghchi mengatakan "kebuntuan" tetap ada mengenai masalah bahan nuklir nan diperkaya Iran.
Trump juga menyarankan bahwa dia mungkin bersedia menerima penundaan program nuklir sipil Iran selama dua dekade, asalkan Teheran menunjukkan apa nan dia gambarkan sebagai komitmen sejati terhadap kesepakatan nan lebih luas.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·