Irak Sita Platform Peluncur Drone yang Targetkan Pipa Minyak Saudi

Sedang Trending 8 jam yang lalu
Irak Sita Platform Peluncur Drone nan Targetkan Pipa Minyak Saudi Ilustrasi.(Magnific)

OTORITAS Irak mengumumkan bahwa pasukan keamanan mereka menemukan dan menyita platform peluncur pesawat tak berawak (drone) nan diduga digunakan dalam serangan terhadap pipa minyak East-West milik Arab Saudi. Penemuan ini menjadi langkah signifikan dalam upaya Baghdad meredam ketegangan regional.

Dalam pernyataan nan dirilis oleh Kantor Berita Irak (INA) pada Sabtu (14/9), Kepala Sel Media Keamanan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, mengungkapkan bahwa satuan tugas intelijen dan keamanan sukses melacak serta mengamankan peralatan peluncur tersebut. Saat ini, tim mahir forensik dan teknis sedang bekerja untuk mengidentifikasi pihak-pihak nan bertanggung jawab di kembali serangan tersebut.

Prinsip Kedaulatan Preventif

Pemerintah Irak menegaskan sikap tegasnya untuk tidak terseret dalam bentrok regional. Letnan Jenderal Maan menyatakan bahwa Irak mengangkat prinsip kedaulatan preventif.

"Ini berfaedah tidak hanya mencegah serangan di wilayah kami, tetapi juga tidak membiarkan tanah kami menjadi landasan peluncuran serangan terhadap negara lain atau menjadikan Irak sebagai bagian dari perang proksi," tegas Maan sebagaimana dikutip dari INA.

Baghdad juga dilaporkan terus menjalin komunikasi langsung dengan otoritas Arab Saudi untuk berbagi info intelijen. Bahkan, Panglima Tertinggi Irak menyetujui permintaan Iran untuk berasosiasi dalam penyelidikan guna meninjau temuan tersebut.

Dampak Serangan terhadap Pasokan Minyak

Serangan drone nan terjadi pada Kamis lampau menghantam pipa minyak East-West di wilayah Riyadh dan Madinah, menyebabkan beberapa orang terluka. Pipa ini mempunyai peran krusial lantaran mengangkut sekitar 4%-5% pasokan minyak dunia dan memungkinkan Arab Saudi melewati Selat Hormuz.

Sebagai langkah pencegahan, operasional pipa sempat dihentikan sementara. Meskipun mengalami serangan serius, Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk tidak melakukan pembalasan militer saat ini, menyusul permintaan dari pemerintah Irak untuk mengedepankan jalur diplomasi.

Penyelidikan di Provinsi Maysan

Otoritas Arab Saudi melacak letak peluncuran drone ke Provinsi Maysan di tenggara Irak, wilayah di dekat perbatasan Iran. Laporan dari Al Jazeera menyebut bahwa titik peluncuran diduga berada di distrik perbatasan al-Tayeb, timur Amara.

Mengingat jarak sasaran nan mencapai 800 km hingga 1.100 km dari letak peluncuran, para mahir menduga serangan ini tidak menggunakan drone taktis biasa, melainkan drone canggih jarak jauh.

Tindakan Tegas Pemerintah Irak:

  • Penutupan sementara beberapa pintu perbatasan dengan Iran (Shalamcheh, Chazabeh, dan Mandali) untuk inspeksi keamanan.
  • Perombakan komandan militer di wilayah perbatasan oleh Perdana Menteri Ali al-Zaidi.
  • Pencopotan Komandan Operasi Maysan dan Kepala Polisi Provinsi untuk keperluan penyelidikan.

Analis politik Salim Zakhour menilai bahwa langkah Arab Saudi nan memilih penahanan politik melalui pemerintah Irak menunjukkan kompleksitas situasi keamanan saat ini. Dengan adanya tekanan dari beragam front, termasuk pergerakan di Bab al-Mandeb, Riyadh sekarang berada dalam posisi melindungi nan memerlukan langkah praktis untuk mencegah upaya sabotase prasarana daya di masa depan. (Al Jazeera/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia