Saat pergi ke tempat makan, memilih menu sering kali jadi dilema tersendiri. Pilihannya beragam, tampilannya menggoda, tapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh, apalagi jika sedang mencoba hidup lebih sehat.
Menjawab tantangan tersebut, IPB University akhirnya menghadirkan penemuan berjulukan PreciFoods. Ini merupakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pandai nan menggunakan pendekatan gizi presisi untuk membantu merekomendasikan menu makanan nan lebih tepat bagi setiap individu.
Menariknya, penemuan ini juga masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia jenis Business Innovation Center tahun 2025. Ketua tim pengembang, Prof. Kudang Boro Seminar, menjelaskan bahwa PreciFoods bekerja dengan memanfaatkan teknologi genetic algorithm.
“Inovasi PreciFoods ini mengembangkan SPK menggunakan genetic algorithm dengan pendekatan gizi presisi untuk menghasilkan rekomendasi menu nan tepat bagi setiap perseorangan secara komprehensif dan dinamis,” ujar ketua tim pengembang, Prof Kudang Boro Seminar, seperti dikutip dari laman IPB University, Sabtu (11/4).
Artinya, rekomendasi nan diberikan bukan asal pilih. Sistem ini mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari riwayat dan kondisi kesehatan, aktivitas fisik, pola makan, hingga aspek sosial ekonomi dan psikologis pengguna. Meski begitu, sistem tetap memperhatikan preferensi alias selera masing-masing pengguna.
Menurut Prof. Kudang, beragamnya pilihan kuliner di Indonesia justru sering membikin orang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi nan tepat. Terutama bagi mereka nan punya kondisi khusus, seperti perbedaan usia, jenis kelamin, berat badan, alias apalagi larangan makanan lantaran riwayat penyakit.
“Inovasi ini datang agar setiap orang mempunyai pedoman dalam memilih makanan nan sesuai selera, tetapi tetap sehat,” katanya.
Menariknya lagi, PreciFoods juga ditujukan untuk pelaku upaya kuliner. Baik restoran online maupun offline bisa memanfaatkan sistem ini, selama mereka mempunyai info resep dan komposisi bahan dari setiap menu. Nantinya, restoran bisa memberikan rekomendasi menu nan lebih individual kepada pelanggan.
Bagi konsumen, aplikasi ini juga memberikan info krusial seperti jumlah kalori dan kandungan nutrisi dari setiap menu. Hal ini cukup membantu, mengingat selama ini info tersebut tidak selalu tersedia, apalagi lantaran setiap restoran bisa mempunyai resep nan berbeda meski nama makanannya sama.
Tidak hanya membantu konsumen menjaga pola makan, PreciFoods juga membuka kesempatan bagi restoran untuk meningkatkan jasa sekaligus nilai jual mereka. Ke depan, sistem ini apalagi berpotensi digunakan di beragam akomodasi lain, seperti hotel, rumah sakit, hingga panti jompo untuk menyediakan menu nan lebih sehat dan sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Melalui penemuan ini, Prof. Kudang dan tim berambisi PreciFoods bisa berkontribusi dalam membangun sistem pangan nan lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan info nan lebih individual dan presisi, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah menjalani pola makan nan tepat tanpa kudu mengorbankan kenikmatan dalam menikmati makanan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·