IOM Gelar Pelatihan Hak dan Perlindungan Pengungsi di Batam

Sedang Trending 1 jam yang lalu
IOM Gelar Pelatihan Hak dan Perlindungan Pengungsi di Batam Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) bekerja sama dengan Polresta Barelang menggelar training mengenai kewenangan perlindungan pengungsi.(Dok.Istimewa)

ORGANISASI Internasional untuk Migrasi (IOM) bekerja sama dengan Polresta Barelang menggelar training mengenai kewenangan perlindungan pengungsi dan sistem rujukan di Kota Batam, Kecamatan Lubuk Baja, kemarin. 

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan lembaga pemerintah daerah, abdi negara penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, pengelola Rumah Detensi Imigrasi, serta jejeran dari kecamatan dan kelurahan di wilayah tersebut.
 
Acara dimulai dengan sesi interaktif berjudul “Berada di Posisi Pengungsi”, nan dirancang unik agar peserta dapat merasakan dan memahami secara mendalam pengalaman serta tantangan hidup nan dihadapi para pengungsi sehari-hari. Setelahnya, peserta mendapatkan pemaparan komplit mengenai kerangka perlindungan pengungsi nan merujuk pada ketentuan norma internasional maupun peraturan perundang-undangan nasional.
 
Selain materi dasar, training juga membahas isu-isu krusial lainnya, antara lain penanganan kekerasan berbasis gender, perlindungan bagi golongan rentan, serta pencegahan dan penanganan kasus pemanfaatan dan pelecehan seksual alias nan dikenal dengan julukan PSEA.
 
Hadir memberikan support dalam aktivitas tersebut antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam Riama Manurung, Fasilitator IOM Pusat Ali Ramli Aulia, serta perwakilan IOM Batam ialah Khairul dan Chris Simamora. Turut datang sejumlah pejabat kepolisian seperti Kanit IK Polsek Sekupang Ipda Pebriadi, Kanit Binmas Polsek Lubuk Baja Iptu Indra, beserta personel intelkam dari Polresta Barelang dan jejeran polsek terkait.
 
Jajaran lembaga lain juga ikut berpartisipasi, di antaranya perwakilan Rumah Detensi Imigrasi, DP3AP2KB, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Yayasan Embung Pelangi, Satpol PP, serta perangkat wilayah dari Kecamatan Sekupang dan Lubuk Baja.
 
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie,  nan bertindak sebagai penanggung jawab wilayah menyampaikan bahwa training ini bermaksud utama untuk meningkatkan kapabilitas dan pengetahuan peserta dalam mengidentifikasi serta merespons beragam rumor perlindungan nan muncul. Selain itu, aktivitas ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpihak dan mendorong diterapkannya pendekatan berbasis kewenangan dalam pengelolaan keberadaan pengungsi di Batam.
 
“Kami berambisi terjalin sinergi nan semakin kuat antara pemerintah, abdi negara penegak hukum, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Dengan begitu, perlindungan nan optimal bagi pengungsi dapat terwujud dan melangkah sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku,” katanya, Minggu (14/6).
 
Di sesi akhir pelatihan, seluruh peserta bersama-sama memetakan persoalan perlindungan nan ada di lapangan, menyusun strategi penanganan nan lebih baik, serta merancang rencana tindakan kolaboratif untuk membangun sistem perlindungan nan lebih terintegrasi dan efektif ke depannya. 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia