Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, menilai semakin besarnya jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia, membikin pergerakan bursa semakin mempengaruhi perekonomian nasional.
David mencatat jumlah penanammodal ritel di Indonesia telah mencapai sekitar 35 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut David, kondisi tersebut berbeda dengan era 2000-an ketika jumlah penanammodal pasar modal tetap sangat terbatas. Saat itu, jumlah penanammodal kurang dari 500 ribu, sehingga pergerakan bursa belum memberikan akibat nan berfaedah terhadap perekonomian secara keseluruhan.
"Peran dari penanammodal retail makin besar. Sekarang 35 juta...berarti naik sekitar 30% sejak tahun lalu. Dan artinya jika bursa naik alias bursa turun, itu bakal sangat mempengaruhi ke ekonomi," kata David dalam aktivitas Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026, Selasa (11/8).
David menjelaskan, pengaruh pasar saham terhadap ekonomi salah satunya terjadi melalui perubahan persepsi kekayaan masyarakat. Ketika pasar saham menguat, penanammodal nan dapat untung merasa lebih kaya, sehingga condong meningkatkan konsumsi.
Ia mencontohkan kondisi ketika bursa mengalami kenaikan pada tahun sebelumnya. Penguatan pasar saham membikin penanammodal merasa lebih sejahtera dan terdorong membeli peralatan maupun jasa.
“Misalnya bursa naik seperti tahun lalu, semua merasa happy, mereka merasa lebih kaya,” ujarnya.
Menurut David, kondisi tersebut juga berangkaian dengan tindakan penanammodal nan merealisasikan untung alias mengambil untung dari kenaikan nilai saham. Ketika untung direalisasikan, biaya nan diperoleh dapat kembali masuk ke aktivitas konsumsi masyarakat.
“Jadi jika dia udah taking profit...jadinya bakal mendorong spending juga,” kata David.
Sebaliknya, penanammodal nan belum sempat merealisasikan untung justru dapat melakukan tindakan cut loss ketika pasar mengalami tekanan. David menyebut kondisi tersebut tecermin dalam pergerakan indeks transaksi belanja.
Konsumsi Mulai Pulih
Dalam kesempatan itu, David juga memaparkan parameter konsumsi dari BCA nan menunjukkan pemulihan shopping masyarakat. Indeks transaksi shopping BCA mencatat konsumsi mulai pulih pada Juni dengan pertumbuhan sekitar 9 persen.
Segmen middle to upper class disebut tetap menjadi salah satu golongan nan relatif resilien. Selain itu, penjualan mobil penumpang pada Juni juga meningkat hingga 27 persen, setelah sempat tumbuh lebih rendah pada Mei.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·