Investor Lokal Kuasai 64,7 Persen Aset Pasar Modal RI, Asing Mulai Balik Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Seorang laki-laki mengawasi layar digital pergerakan nilai saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Investor domestik tetap mendominasi kepemilikan aset di pasar modal Indonesia. Berdasarkan info Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), porsi penanammodal lokal mencapai 64,71 persen per 7 Agustus 2026.

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, mengatakan kekuasaan penanammodal domestik terus meningkat sepanjang 2026. Porsinya naik dari sekitar 60 persen pada Januari menjadi 64,71 persen pada awal Agustus.

"Komposisi kita lihat dari Januari 2026 peningkatan kekuasaan asing, kekuasaan penanammodal lokal terus berjalan dimulai dari nomor 60 di bulan Januari 2026 sampai saat ini di 64,71 persen,” ujar Samsul pada aktivitas Peluncuran ETF Emas sekaligus HUT Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Meski sempat mencapai sekitar 65 persen pada Juni dan Juli 2026, porsi penanammodal domestik mulai sedikit turun imbas kembali masuknya penanammodal asing ke pasar modal Indonesia.

"Hanya saja akhir-akhir ini terlihat bahwa penanammodal asing sudah mulai masuk kembali ke pasar modal kita,” kata Samsul.

Samsul menyebut peningkatan nilai saham turut mempengaruhi perubahan komposisi kepemilikan aset tersebut.

"Kemudian juga nilai saham juga sudah mulai meningkat kembali, sehingga komposisinya mengalami penurunan dari 65 (persen) di bulan Juli ke 64,71 persen di 7 Agustus 2026,” lanjut dia.

Sementara itu, unik kepemilikan saham, penanammodal domestik juga tetap menjadi kebanyakan dengan porsi 59,3 persen. Investor asing menguasai 40,61 persen kepemilikan saham.

Dari sisi sebaran geografis, aktivitas dan kepemilikan pengaruh tetap terkonsentrasi di Pulau Jawa. KSEI mencatat sekitar 64-65 persen SID berada di Jawa, dengan total aset penanammodal mencapai Rp 5.586 triliun.

Sumatera berada di posisi berikutnya dengan porsi SID 19,34 persen dan nilai aset Rp 151 triliun. Kalimantan mencatat porsi SID 5,75 persen dengan aset Rp 1,33 triliun.

Kemudian Sulawesi mempunyai porsi SID 5,66 persen dengan aset Rp 26 triliun. Sementara Bali, NTB, dan NTT mempunyai porsi SID 3,61 persen dengan aset Rp 30 triliun. Adapun, Maluku dan Papua mencatat porsi SID 1,2 persen dengan total aset Rp 9 triliun.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan