Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya mengandalkan biaya APBN. Pemerintah juga mengandalkan investasi swasta untuk mempercepat pembangunan ekonomi di area calon ibu kota negara tersebut.
"Kalau skema pembangunan di IKN ini ada tiga. Pertama dari APBN, nan kedua dari investasi direct dari swasta, dan juga dari KPBU alias PPP project," kata Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono di DPR, Kamis (11/6/2026).
Skema tersebut agar pembangunan tidak sepenuhnya membebani finansial negara. Pemerintah menjadikan APBN untuk pembangunan akomodasi pemerintahan, sementara sektor swasta didorong mengembangkan area komersial dan penunjang aktivitas ekonomi.
Basuki mengungkapkan hingga saat ini nilai investasi swasta nan telah dikontrak mencapai Rp73 triliun. Minat penanammodal terhadap proyek IKN terus bertambah, sejumlah perusahaan dari dalam dan luar negeri apalagi sudah mulai memasuki tahap pembangunan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berbareng jejeran terus menerus melakukan monitoring, pengawasan, dan peninjauan nan terperinci seperti pada Sabtu, 11 April 2026 di area Legislatif dan Yudikatif. (Instagram/IKN_id) Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berbareng jejeran terus menerus melakukan monitoring, pengawasan, dan peninjauan nan terperinci seperti pada Sabtu, 11 April 2026 di area Legislatif dan Yudikatif. (Instagram/IKN_id)
"Untuk investasi swasta sampai sekarang sudah disepakati alias dikontrak 73 triliun," ujarnya.
Salah satu penanammodal nan telah masuk berasal dari Abu Dhabi sebesar Rp10 triliun. Dana nan dikucurkan digunakan untuk pembangunan area perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga akomodasi keagamaan.
Selain itu terdapat penanammodal dari China nan mulai membangun apartemen dan area perkantoran. Pemerintah memandang proyek tersebut sebagai sinyal bahwa pembangunan IKN mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju realisasi fisik.
"Kemudian untuk China, ada Starbright untuk pembangunan apartemen dan perkantoran. Sekarang sudah mulai," ujar Basuki.
Investor dari Korea Selatan juga mulai merealisasikan proyeknya di area IKN. Di luar itu, sejumlah pelaku upaya nasional mulai masuk dengan proyek perhotelan, restoran hingga destinasi wisata. Kehadiran akomodasi komersial dinilai bakal mempercepat terbentuknya pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Timur.
"Kemudian juga restoran-restoran seperti Teras Kota, kemudian juga Rumah Makan Sederhana, kemudian Taman Safari juga sudah mulai bakal tahun ini bakal dikerjakan. Itu Rp73 triliun totalnya," ujar Basuki.
(fys/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·