Investasi Jakarta Capai Rp 173,6 T Semester I 2026, Pramono Ungkap Kuncinya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Momen penyerahan penghargaan Jakarta Investment Award oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun pada semester I 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, nomor tersebut tumbuh 23 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.

“Pada semester 1, ini luar biasa, investasi Jakarta telah mencapai Rp173,6 triliun. Luar biasa, tumbuh 23% dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Sekaligus juga menjadikan Jakarta provinsi dengan realisasi investasi terbesar di seluruh Indonesia dengan kontribusi 17,2%,” kata Shinta dalam sambutannya pada aktivitas Jakarta Investment Award (JIA) 2026 di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9).

Shinta mengatakan investasi nan masuk ke Jakarta tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal nan ditanamkan. Menurutnya, investasi berbobot juga kudu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, serta membawa teknologi dan inovasi.

“Investasi nan berbobot adalah capital nan compounds, modal nan terus menggandakan nilai. nan menciptakan pekerjaan, nan meningkatkan produktivitas, menghidupkan pemasok lokal, membawa teknologi dan inovasi, dan pada akhirnya membikin sebuah kota semakin kuat menghadapi perubahan,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan pada Jakarta Investment Award di Hotel The Westin, Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Pramono: Kepercayaan Investor Jadi Kunci

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian investasi tersebut tidak lepas dari kepercayaan terhadap Jakarta. Ia mencontohkan sejumlah pembangunan nan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain tanpa menggunakan APBD.

“Kepercayaan nan dibangun, trust,” kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono kemudian menjelaskan pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas nan bakal menghubungkan beragam moda transportasi. Menurut dia, pembangunan tersebut tidak menggunakan APBD dan dilakukan melalui skema kerja sama.

“Demikian juga kita sudah mulai membangun di Dukuh Atas nan disebut dengan pedestrian deck. Sama sekali tidak menggunakan biaya APBD. Dari mana? Transit Partner,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan kepercayaan menjadi argumen pihak lain bersedia bekerja sama dalam pembangunan Jakarta.

“Kenapa mereka mau sekarang? Karena kepercayaan,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan pembangunan Taman Semanggi nan menurutnya dilakukan melalui skema partnership.

“Termasuk di Taman Semanggi. Dari mana dananya? Partnership. Kenapa mereka mau sekarang? Karena kepercayaan,” tutur Pramono.

Pramono mengaitkan peningkatan investasi Jakarta dengan kepercayaan terhadap Jakarta.

“Dulu di tahun 2021 kurang lebih 103 miliar, sekarang ini di tahun 2023 meningkat 270 miliar. Bahkan di kuartal kedua di tahun 2024 ini aja, 173 miliar. Karena itu tadi, orang mulai percaya dengan Jakarta,” pungkas Pramono.

Jakarta memberikan kontribusi investasi sebesar 17,2 persen dan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen.

“Investasi di Jakarta memberikan kontribusi kurang lebih 17,2%. Jakarta tumbuh 5,52%. Terhadap PDRB Jakarta sekarang ini 16,32%,” jelas Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan pers usai membuka Jakarta World Folkfest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pemprov Fokus Bangun Kepercayaan

Menurut Pramono, kepercayaan tidak hanya dibangun melalui proyek-proyek besar. Investor juga memperhatikan hal-hal mini dalam memandang kondisi suatu kota.

Ia mencontohkan penataan Pasar Kramat Jati sebagai salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta.

“Pasar Kramat Jati nan dulunya orang berdagang semuanya di pinggir trotoar dan kita pelan-pelan sekarang ini kita tata dan kita bawa masuk ke dalam,” jelasnya.

Pembenahan tersebut dilakukan dengan tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk berusaha.

“Bagaimana kita mengusur orang tidak digusur, tetapi diberikan ruang mereka tetap bisa berusaha,” ungkap Pramono.

Pramono kembali menegaskan pentingnya kepercayaan untuk mendorong Jakarta menjadi kota global.

“Jakarta kudu bener-bener bersiap diri untuk menjadi kota global, green, dan resilient dengan daya tahan nan kudu kuat untuk menghadapi beragam gelombang apa pun. Tetapi nan tidak kalah pentingnya adalah membangun kepercayaan alias trust publik,” ujar Pramono.

Ia berambisi Jakarta dapat tampil sebagai kota nan lebih terbuka dan dipercaya bumi internasional.

“Saya betul-betul berambisi bahwa Jakarta ini menampakkan, menampilkan wajah nan lebih ramah, lebih terbuka, transparan, dan bisa dipercaya oleh bumi internasional,” tutup Pramono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan