Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026

Pemerintah telah menyalurkan dua program support langsung tunai (BLT). (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah telah menyalurkan dua program support langsung tunai (BLT), ialah BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan BLT Dana Desa. Meski sama-sama bermaksud membantu masyarakat berpenghasilan rendah, kedua program ini mempunyai perbedaan krusial dari sisi sasaran, mekanisme, hingga besaran bantuan.

BLT Kesra dan BLT Dana Desa tidak dapat disamakan lantaran mempunyai dasar penetapan penerima nan berbeda serta dikelola melalui skema penyaluran nan tidak sama.

BLT Kesra ditujukan kepada masyarakat nan terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya family pada kategori desil 1 hingga desil 4. Penerima kudu berstatus Warga Negara Indonesia, terdaftar dalam sistem info nasional, serta telah melalui proses verifikasi dan pengesahan oleh Kementerian Sosial.

Sementara itu, BLT Dana Desa ditetapkan melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi penduduk setempat. Sasaran penerima umumnya mencakup family miskin ekstrem, penduduk nan kehilangan pekerjaan, family dengan personil nan sakit kronis alias disabilitas, serta rumah tangga nan tidak menerima support sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Prioritas juga diberikan kepada lansia tunggal dan wanita kepala keluarga.

Dari sisi penyaluran, BLT Kesra disalurkan melalui bank-bank Himbara kepada sekitar 18,3 juta family penerima faedah (KPM), serta melalui PT Pos Indonesia untuk sekitar 17,2 juta KPM lainnya. Pemerintah menjadwalkan pencairan dimulai dalam waktu dekat, ditandai dengan penyaluran simbolis kepada 50 penerima baru.

Berbeda dengan itu, BLT Dana Desa disalurkan langsung oleh pemerintah desa secara bertahap, baik melalui transfer ke rekening penerima maupun secara tunai, sesuai keputusan musyawarah desa dan kondisi lapangan masing-masing wilayah.

Dari sisi cakupan, BLT Kesra menyasar sekitar 35.046.783 KPM selama tiga bulan. Jika dihitung berasas jumlah personil keluarga, program ini diperkirakan menjangkau hingga sekitar 140 juta jiwa. Program ini juga merupakan tambahan di luar support reguler Kementerian Sosial seperti PKH dan support sembako nan menyasar sekitar 20,88 juta KPM.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com