Intervensi Stunting, Wali Kota Bontang Launching Si-Odo dan Peduli Kader di Tanjung Laut Indah

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Intervensi Stunting, Wali Kota Bontang Launching Si-Odo dan Peduli Kader di Tanjung Laut Indah Wali Kota Bontang Launching Si-Odo dan Peduli Kader.(Dok. Diskominfo Kota Bontang)

PEMERINTAH Kota Bontang (Pemkot Bontang) terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui beragam penemuan dan kerjasama lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran penemuan Si-Odo (One Day One Egg) dan Peduli Kader Tahun 2026, nan digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (1/9) pagi.

Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak, khususnya balita nan mengalami stunting di wilayah tersebut.

Program Si-Odo: Satu Hari Satu Telur

Inovasi One Day One Egg (Si-Odo) merupakan program pemberian satu butir telur setiap hari kepada 153 anak stunting di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Program ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan protein hewani dan mendukung perbaikan status gizi anak secara berkelanjutan.

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, menjelaskan bahwa penyelenggaraan aktivitas ini merupakan buah dari kerjasama melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari beragam mitra strategis, di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), KPI, dan Bank Kaltimtara.

“Program ini merupakan corak kerjasama berbareng dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak nan memerlukan support pemenuhan gizi,” ujar Elis dalam laporannya.

Konsisten dan Kolaboratif

Launching Si-Odo ditandai dengan pemberian suapan perdana kepada perwakilan balita oleh Wali Kota Neni Moerniaeni, disaksikan oleh Camat Bontang Selatan Achmad Efa Yuliansyah serta jejeran pemerintah setempat. Pemerintah Kota Bontang berambisi intervensi ini tidak berkarakter insidental, melainkan berjalan konsisten dengan melibatkan keluarga, kader, dan bumi usaha.

Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pencegahan stunting kudu dilakukan sejak dini. Menurutnya, sasaran utama pemerintah bukan hanya menangani kasus nan sudah ada, tetapi juga mencegah munculnya kasus stunting baru di masa depan.

“Intervensi seperti One Day One Egg kudu dilakukan secara konsisten. Kalau semua bergerak bersama, insyaallah sasaran kita untuk menurunkan dan mencegah stunting di Kota Bontang bisa kita capai. Anak-anak ini adalah masa depan Bontang,” tegas Neni.

Selain intervensi gizi pada balita, program ini juga memberikan perhatian unik kepada para kader di tingkat kelurahan. Kader dinilai mempunyai peran strategis sebagai garda terdepan dalam melakukan pemantauan, pendampingan kesehatan ibu dan anak, serta memberikan edukasi langsung kepada family di masyarakat.

Inovasi Si-Odo dan Peduli Kader menjadi bukti nyata bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi antara pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, dan penguatan peran masyarakat demi menciptakan generasi Bontang nan sehat dan berkualitas. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia