Integrasikan Pasar Modal dan Blockchain untuk Bangun Sistem Keuangan yang Modern dan Transparan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Integrasikan Pasar Modal dan Blockchain untuk Bangun Sistem Keuangan nan Modern dan Transparan Ilustrasi(Magnific.com)

PENYEDIA teknologi dan info pasar finansial global, Intercontinental Exchange (ICE), resmi mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan perusahaan teknologi blockchain dunia, OKX. Kerja sama dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen ini berfokus pada pembangunan prasarana generasi baru untuk produk finansial nan ditokenisasi dan produk digital original (digitally native).

Dengan tunduk pada persetujuan izin setempat, perusahaan patungan ini diperkirakan bakal beraksi sebagai broker-dealer dan futures commission merchant (FCM) nan terdaftar di Amerika Serikat. Entitas baru ini bermaksud untuk memungkinkan pengguna OKX, baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, untuk mengakses pasar berjangka ICE dan pasar ekuitas New York Stock Exchange (NYSE) nan telah ditokenisasi.

Perusahaan patungan ini bakal dipimpin berbareng (co-chaired) oleh perwakilan ICE dan Gubernur New York ke-56, Andrew M. Cuomo. Kolaborasi ini dirancang untuk menyatukan keandalan prasarana pasar tradisional dengan efisiensi sistem berbasis blockchain.

"Babak berikutnya dari pasar finansial bakal ditentukan oleh seberapa baik penemuan dan izin pemerintah dapat bergerak maju bersama. Kemitraan ini menyatukan teknologi blockchain kelas bumi milik OKX dengan prasarana pasar tepercaya milik ICE untuk membantu membangun sistem finansial nan lebih modern, transparan, dan handal bagi masa depan," ujar Andrew M. Cuomo dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Senior Vice President Futures Exchanges di ICE, Trabue Bland, menambahkan bahwa tolok ukur (benchmark) dunia dan teknologi pasar teregulasi nan dimiliki ICE sekarang berupaya memperluas jangkauannya kepada 120 juta trader ritel nan berada di bawah jaringan ekosistem OKX.

Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari investasi minoritas ICE pada OKX berbobot 200 juta dolar AS dengan valuasi korporasi mencapai 25 miliar dolar AS. Kolaborasi komersial tersebut juga telah melahirkan produk perjanjian berjangka kekal (perpetual futures) berbasis mata uang digital untuk komoditas minyak bagi pengguna di luar Amerika Serikat.

Cuomo menegaskan bahwa konsentrasi utama dari inisiatif ini bertumpu pada pengembangan teknologi finansial dan pemanfaatan blockchain, bukan sekadar komoditas kripto. Melalui integrasi ini, masyarakat secara virtual dapat mengakses perdagangan New York Stock Exchange melalui ponsel pandai selama tujuh hari seminggu.

Secara operasional, entitas baru ini ditargetkan untuk memberikan akses bagi pengguna OKX ke pasar berjangka ICE dan ekuitas NYSE nan ditokenisasi, sehingga bisa membawa prasarana inti pasar modal dunia ke dalam lingkungan perdagangan digital. Selain itu, korporasi bakal membungkus aset nan terdaftar di NYSE ke dalam prasarana blockchain agar aset tradisional dapat diperdagangkan dalam format digital nan alim hukum, sekaligus mengeksplorasi jalur tambahan untuk membawa produk berjangka komoditas ke dalam format digital nan teregulasi. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia