InJourney Beri Diskon Landing Fee dan PSC demi Tekan Harga Tiket Pesawat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
InJourney Beri Diskon Landing Fee dan PSC demi Tekan Harga Tiket Pesawat ilustrasi(Antara)

PT Angkasa Pura Indonesia alias InJourney Airports memberikan beragam stimulus untuk menekan harga tiket pesawat pada periode tertentu. Salah satu langkah strategis nan diambil adalah dengan memberikan potongan nilai landing fee alias biaya pendaratan bagi maskapai.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa besaran potongan nilai tersebut bervariasi, apalagi dalam kondisi tertentu biaya tersebut bisa digratiskan sepenuhnya.

“Misalnya, landing fee-nya jadi 50 persen, apalagi terkadang dalam periode tertentu untuk bisa meningkatkan trafik itu kami kasih gratis. Jadi, kami nol kan, gitu,” ujar Rizal usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).

Stimulus Rute Baru dan Diskon PSC

Selain biaya pendaratan, InJourney Airports juga menerapkan pola insentif unik bagi maskapai nan membuka rute-rute baru. Stimulus ini mencakup support fasilitas, seperti penggunaan instansi maupun akomodasi maskapai lainnya di area bandara.

Rizal menambahkan, pada periode puncak musim liburan seperti Natal dan Tahun Baru, liburan sekolah, hingga Ramadhan dan Idul Fitri, pihaknya memberikan potongan nilai sebesar 50 persen untuk tarif pelayanan jasa penumpang pesawat alias Passenger Service Charge (PSC).

“Kami mengambil peran di situ. Kami juga turut mendukung untuk gimana masyarakat bisa mendapatkan nilai tiket nan lebih kompetitif, untuk bisa meningkatkan daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Tantangan Geopolitik dan Kinerja Operasional 2025

Dalam paparannya di hadapan Komisi VI DPR RI, Rizal mengakui bahwa kondisi geopolitik dunia memberikan akibat signifikan terhadap pergerakan pesawat dan jumlah penumpang. Selain itu, perubahan nilai avtur tetap menjadi hambatan utama nan sering dikeluhkan oleh pihak maskapai.

Berdasarkan info keahlian operasional InJourney Airports tahun 2025, terdapat penurunan tipis pada pergerakan pesawat sebesar 0,2 persen secara tahunan (year-on-year), ialah dari 1,193 juta pergerakan pada 2024 menjadi 1,190 juta pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang nan terkoreksi 1 persen, dari 160 juta pax pada 2024 menjadi 158 juta pax pada 2025. “Beberapa memang turun secara trafik pesawat dan juga penumpang, nan meningkat sedikit kargo,” jelas Rizal.

Pertumbuhan Sektor Kargo

Di tengah penurunan trafik penumpang, sektor kargo justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1 persen. Volume kargo meningkat dari 1,518 juta ton pada 2024 menjadi 1,534 juta ton pada 2025.

Menurut Rizal, kenaikan ini dipicu oleh strategi maskapai dalam mengoptimalkan pendapatan di tengah rendahnya tingkat keterisian bangku (seat load factor) penumpang.

“Biasanya pesawat penumpang itu jika seat load factor-nya rendah, mereka bakal mengoptimalkan salah satu revenue-nya melalui kargo, sehingga kargo naik 1 persen,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia