Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 29 Agustus 2026 |18:16 WIB

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat untung bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, alias tumbuh 40,8% secara tahunan. (Foto: Okezone.com/BTN)
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat untung bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, alias tumbuh 40,8% secara tahunan. Pada periode nan sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, angsuran dan pembiayaan Rp418 triliun, serta biaya pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.
Kualitas angsuran juga membaik dengan rasio angsuran bermasalah alias non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99% dari 3,3%. Sementara itu, cost of credit turun dari 2,0% menjadi 0,7%.
Kinerja positif tersebut dinilai merupakan hasil transformasi BTN dari mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem. Transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi upaya dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan keahlian serta perbaikan kualitas aset.
“Transformasi sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas angsuran dan penguatan fundamental,” ujar CEO The Finance Research Eko B Supriyanto, Sabtu (28/8/2026).
Menurutnya, transformasi BTN juga terlihat dari keberanian perseroan memperluas upaya dari sekadar pembiayaan KPR menjadi beyond mortgage. BTN mulai membangun ekosistem nan mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari membeli rumah hingga memenuhi kebutuhan finansial lainnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·