Stadion GBLA, Bandung.(Antara)
KLUB sepak bola kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Persib Persib Bandung menutup satu tahun terakhir dengan catatan impresif setelah sukses kembali menjadi kekuatan dominan di sepak bola nasional melalui tiga gelar liga beruntun serta penampilan konsisten hingga musim 2025/2026.
Klub berjuluk Maung Bandung itu memulai momentum kebangkitannya saat menjuarai Liga 1 Indonesia musim 2023/2024 setelah mengalahkan Madura United pada partai final Championship Series dengan agregat meyakinkan. Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang Persib untuk kembali meraih gelar liga sejak 2014.
Kesuksesan Persib tidak lepas dari peran pembimbing Bojan Hodak nan dinilai sukses membangun tim lebih disiplin dan konsisten. Di bawah pengarahan pembimbing asal Kroasia itu, Persib tampil stabil sepanjang musim dengan mencatatkan tren positif dan beberapa kali memimpin klasemen Liga 1.
Memasuki musim 2024/2025, Persib bisa mempertahankan performa mereka dan kembali meraih gelar juara Liga 1. Gelar tersebut menjadikan Persib sukses mencatatkan back-to-back champions dan mempertegas status mereka sebagai salah satu klub paling dominan di Indonesia dalam dua musim terakhir.
Sejumlah pemain menjadi tulang punggung keberhasilan Persib, di antaranya Marc Klok, Beckham Putra Nugraha, serta David da Silva nan tampil konsisten sepanjang kompetisi. Selain itu, support Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api juga disebut menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga mental bertanding tim.
Sebagai juara Liga 1, Persib juga tampil di arena AFC Champions League Two. Meski belum bisa melangkah jauh di kejuaraan Asia, pengalaman tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman skuad di level internasional.
Pada musim 2025/2026, Persib mulai melakukan regenerasi skuad dengan memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda. Di saat nan sama, manajemen tetap mempertahankan sejumlah pemain inti guna menjaga stabilitas tim.
Hingga, Persib Bandung memastikan diri menjadi kampiun Super League 2025/2026 setelah bermain seri tanpa gol 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5).
Satu poin di laga pamungkas sudah cukup membawa Maung Bandung mempertahankan posisi puncak klasemen sekaligus mencetak sejarah baru dengan meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Tim didikan Bojan Hodak memang datang ke pertandingan terakhir dengan situasi menguntungkan. Persib hanya memerlukan hasil seri untuk mengunci trofi setelah unggul head to head atas rival terdekatnya, Borneo FC.
Sepanjang pertandingan, Persib tampil dominan dalam penguasaan bola tetapi Persijap bisa bermain disiplin. Sejumlah kesempatan sempat tercipta namun tak ada gol nan lahir hingga peluit panjang dibunyikan.
Di waktu bersamaan, Borneo FC berpesta gol saat menghancurkan Malut United dengan skor telak 7-1 di Stadion Segiri, Samarinda. Pesut Etam apalagi sudah unggul 4-0 sejak babak pertama.
Meski demikian, kemenangan besar itu tetap tak bisa menggusur Persib dari singgasana klasemen. Kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin, tetapi Persib unggul dalam rekor pertemuan nan menjadi penentu tie break.
Keberhasilan itu mempertegas kekuasaan Persib dalam beberapa musim terakhir. Setelah merebut gelar secara back to back sebelumnya, Maung Bandung sekarang melengkapi supremasinya dengan hattrick juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (Dhk/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·