Andoni Iraola mengawali kiprahnya sebagai pembimbing kepala Liverpool dengan catatan positif usai menaklukkan Sunderland 4-2 dalam laga pramusim di Nashville, AS. Meski meraih kemenangan, pertandingan ini menyisakan kekhawatiran mengenai kondisi bentuk lini belakang The Reds, terutama setelah Joe Gomez kudu ditarik keluar lebih awal lantaran cedera.
Krisis Bek dan Kebutuhan Rekrutan Baru Liverpool
Kondisi pertahanan Liverpool kembali menjadi sorotan tajam. Ketergantungan pada Joe Gomez, Jeremy Jacquet, dan Giovanni Leoni untuk menemani Virgil van Dijk terbukti berisiko tinggi lantaran riwayat kebugaran mereka nan tidak menentu. Gomez mengalami cedera otot setelah 10 menit bermain.
Iraola sendiri tidak menutupi rasa kecewanya terhadap situasi tersebut. Kondisi ini memaksa Liverpool untuk mempertimbangkan langkah sigap di bursa transfer sebelum ditutup pada 1 September guna memperkuat sektor pertahanan nan rapuh.
Era baru di bawah didikan Iraola membawa angin segar nan berbeda dibandingkan style permainan sebelumnya. Jika musim lampau pendukung Liverpool kerap disuguhkan permainan dengan penguasaan bola yang, Iraola justru menjanjikan sepak bola nan jauh lebih intens dan menekan.
Dalam konvensi pers pertamanya, sang pembimbing menyatakan visinya dengan lugas. “Saya mau tim saya tampil energik. Saya mau bermain dinamis, mendominasi area musuh sesering mungkin, baik saat memegang bola maupun tidak, dan terus berupaya menekan musuh hingga mereka tercekik,” katanya seperti dilansir Sky Sport.
Pola serangan nan cair dari para pemain muda seperti James McConnell dan Harvey Elliott menunjukkan bahwa skuad Liverpool mulai menyerap petunjuk Iraola. Gol pembuka Kieran Morrison dan gol penutup Lewis Koumas buah dari skema transisi sigap dan permainan menekan nan diterapkan oleh Iraola sejak awal laga.
Kecepatan dan agresivitas nan ditunjukkan di lapangan menjadi pertanda bahwa transisi dari era sebelumnya menuju style nan lebih cair sedang melangkah sesuai rencana.
Iraola sebelumnya mengatakan bahwa skuat nan dia miliki saat ini tetap belum mencapai komposisi ideal. Fokus utamanya mencari pemain sayap baru guna menggantikan peran krusial di lini depan. Selain itu, dia tetap memantau kesiapan pemain di posisi lain nan dianggap krusial demi menjaga keseimbangan tim.
Meski sudah mendatangkan Jeremy Jacquet dan Víctor Munoz, kepergian nama-nama besar seperti Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate mendorong Liverpool untuk kembali aktif mencari tambahan amunisi baru.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·