
Ini Penyebab OJK Tutup 1 Bank di Jakarta (Foto: Freepik)
JAKARTA - Penyebab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup satu bank di Jakarta. Penutupan ini usai OJK mencabut izin upaya PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Koperindo Jaya di Petojo Utara, Jakarta Pusat.
Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-22/D.03/2026 tanggal 9 Maret 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPR Koperindo Jaya.
Penyebab OJK Tutup 1 Bank di Jakarta
OJK cabut izin BPR Koperindo Jaya setelah pengurus dan pemegang sahamnya tidak dapat melakukan penyehatan BPR tersebut.
"Pencabutan izin upaya BPR Koperindo Jaya merupakan bagian tindakan pengawasan nan dilakukan OJK untuk terus menjaga dan memperkuat industri perbankan serta menjaga kepercayaan masyarakat," kata Kepala OJK Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Edwin Nurhadi dalam keterangan nan diterima di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Kronologi OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya
Pada 22 Januari 2025, OJK telah menetapkan BPR Koperindo Jaya sebagai bank dengan status pengawasan BPR dalam penyehatan (BDP) berasas pertimbangan rasio tanggungjawab pemenuhan modal minimum (KPMM) di bawah ketentuan (negatif 35,49 persen) dan tingkat kesehatan (TKS) mempunyai predikat "Tidak Sehat".
Selanjutnya, pada 21 Januari 2026, OJK menetapkan BPR Koperindo Jaya sebagai bank dengan status pengawasan BPR dalam resolusi (BDR) berasas pertimbangan bahwa OJK telah memberikan waktu nan cukup kepada pengurus BPR dan pemegang saham untuk melakukan upaya penyehatan termasuk mengatasi persoalan permodalan.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 28 Tahun 2023 tertanggal 29 Desember 2023 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
Namun demikian, pengurus dan pemegang saham BPR tidak dapat melakukan penyehatan BPR. Kemudian, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan langkah penanganan bank dalam resolusi BPR Koperindo Jaya dengan melakukan likuidasi bank dan meminta kepada OJK untuk mencabut izin upaya BPR tersebut.
Hal ini berasas Keputusan Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Nomor 20/ADK3/2026 tanggal 3 Maret 2026 tentang Cara Penanganan Bank Dalam Resolusi PT BPR Koperindo Jaya.
Menindaklanjuti permintaan LPS tersebut, maka berasas Pasal 19 POJK di atas, OJK melakukan pencabutan izin upaya PT BPR Koperindo Jaya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·