Ini Pentingnya Mengecek Dana Darurat dan Biaya Pendidikan Sebelum Liburan Sekolah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ini Pentingnya Mengecek Dana Darurat dan Biaya Pendidikan Sebelum Liburan Sekolah Ilustrasi(magnific)

MEMASUKI masa libur sekolah, rencana rekreasi berbareng family sering kali menjadi agenda utama. Namun, sebelum memesan tiket pesawat alias memesan hotel, ada aspek krusial nan wajib diperhatikan: kesehatan finansial keluarga.

Perencana finansial sekaligus Pendiri DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya, menekankan bahwa pertimbangan kondisi finansial secara menyeluruh adalah syarat absolut sebelum memutuskan untuk berlibur.

"Liburan bukan perihal nan tabu untuk dibicarakan dalam perencanaan finansial keluarga. nan menjadi masalah bukan liburannya, tapi caranya," ujar Aliyah dikutip Rabu (10/6).

Indikator Kesehatan Finansial Sebelum Berlibur

Aliyah menyarankan family untuk memeriksa beberapa parameter utama sebelum menyusun rencana perjalanan. Salah satu nan paling krusial adalah kesiapan dana darurat. Menurutnya, biaya darurat kudu tetap utuh 100 persen dan tidak boleh tersentuh untuk membiayai kebutuhan rekreasi.

Selain biaya darurat, pemenuhan tanggungjawab rutin seperti biaya pendidikan anak juga kudu menjadi prioritas. Aliyah menegaskan bahwa biaya daftar ulang, seragam, hingga buku-buku untuk semester berikutnya kudu sudah terbayar penuh, bukan sekadar "hampir lunas".

Tabel: Parameter Kelayakan Finansial untuk Liburan Keluarga

Indikator Kriteria Minimum
Dana Darurat Setara 3 hingga 6 bulan pengeluaran rumah tangga (Wajib Utuh).
Biaya Pendidikan Daftar ulang, seragam, dan kitab sudah terbayar lunas 100%.
Rasio Utang Total angsuran bulanan maksimal 35% dari pendapatan.
Sumber Dana Tabungan unik rekreasi (Bukan pinjaman/kartu kredit).

Hindari "Utang nan Dirayakan"

Aliyah memberikan peringatan keras terhadap penggunaan jasa pinjaman daring (pinjol), paylater, alias kartu angsuran nan tidak bisa dilunasi dalam satu siklus penagihan (billing cycle) untuk membiayai liburan. Ia mengistilahkan kejadian ini sebagai "utang nan dirayakan".

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa jika total angsuran utang bulanan sudah melampaui sepertiga alias 35 persen dari penghasilan, maka ruang finansial family sudah sangat terbatas. Dalam kondisi ini, liburan besar semestinya masuk ke dalam daftar tunggu, bukan daftar rencana.

"Jika sumber biaya liburan berasal dari pinjaman online alias kartu angsuran nan tidak bisa dilunasi segera, itu bukan liburan. Itu adalah utang nan dirayakan," tegasnya.

Sebagai solusi, family nan sehat secara finansial idealnya telah menyiapkan alokasi biaya rekreasi sejak jauh hari secara berjenjang di pos khusus. Dengan terpenuhinya kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan perlindungan keuangan, aktivitas rekreasi family dapat dinikmati tanpa meninggalkan beban finansial di masa depan. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia