Ini Pentingnya Memiliki APAR di Rumah untuk Mitigasi Kebakaran dan Cara Merawatnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ini Pentingnya Memiliki APAR di Rumah untuk Mitigasi Kebakaran dan Cara Merawatnya Ilustrasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR).(Dok. Magnific)

KEBAKARAN merupakan salah satu akibat domestik nan paling destruktif. Dalam hitungan menit, api mini dapat berubah menjadi kobaran besar nan menakut-nakuti nyawa dan kekayaan benda. Salah satu perangkat pertahanan pertama nan paling efektif untuk mitigasi kebakaran adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, banyak pemilik rumah nan belum memahami bahwa APAR mempunyai masa bertindak tertentu dan memerlukan perawatan rutin agar tetap berfaedah optimal saat dibutuhkan.

Berapa Lama Masa Berlaku Tabung APAR?

Masa bertindak alias masa kedaluwarsa APAR sangat berjuntai pada jenis media pemadam nan ada di dalamnya. Secara umum, izin di Indonesia (seperti Permenaker No. 4 Tahun 1980) mengatur pemeriksaan berkala, namun secara teknis, berikut adalah perkiraan masa bertindak media APAR:

  • APAR Jenis Powder (Serbuk Kimia Kering): Umumnya mempunyai masa bertindak 5 tahun. Namun, serbuk di dalamnya berisiko menggumpal jika tabung berada di area lembap alias tidak pernah dibolak-balik secara berkala.
  • APAR Jenis Karbondioksida (CO2): Memiliki masa bertindak nan lebih lama, ialah sekitar 5 hingga 10 tahun. Karena berupa gas, media ini tidak bakal mengendap, namun kondisi segel dan tekanan tabung tetap kudu diperiksa.
  • APAR Jenis Foam (Busa): Biasanya mempunyai masa bertindak paling singkat, sekitar 2 tahun. Media busa condong lebih sigap mengalami penurunan kualitas kimiawi dibandingkan jenis lainnya.
  • APAR Jenis Clean Agent (Gas Cair): Memiliki masa bertindak sekitar 5 hingga 10 tahun, tergantung pada spesifikasi pabrikan dan kualitas tabung.

Meskipun media belum kedaluwarsa, APAR wajib diisi ulang (refill) segera setelah digunakan, meskipun hanya digunakan sedikit. Selain itu, jika jarum manometer menunjukkan area merah (tekanan turun), APAR kudu segera diservis.

Seberapa Penting Memiliki APAR di Rumah?

Memiliki APAR di rumah bukan sekadar pelengkap estetika alias pemenuhan syarat keamanan, melainkan investasi keselamatan nan krusial lantaran argumen berikut:

  1. Golden Time (Waktu Emas): Api memerlukan oksigen, panas, dan bahan bakar untuk membesar. Dalam 3 menit pertama, api biasanya tetap bisa dikendalikan. APAR memberikan Anda kesempatan untuk memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
  2. Mencegah Kerugian Finansial Besar: Biaya membeli satu tabung APAR jauh lebih murah dibandingkan biaya pembaharuan rumah akibat kerusakan kebakaran alias kehilangan aset berbobot dalam Mata Uang Rupiah nan tidak sedikit.
  3. Memberikan Rasa Aman (Peace of Mind): Mengetahui bahwa Anda mempunyai perangkat perlindungan awal memberikan ketenangan pikiran bagi seluruh penunggu rumah, terutama jika di rumah terdapat anak-anak alias lansia.
  4. Kemandirian dalam Darurat: Seringkali akses jalan menuju pemukiman padat susah ditembus mobil pemadam besar. APAR menjadi satu-satunya angan pertama untuk memutus rantai api secara mandiri.

Tips Memilih dan Merawat APAR Rumah Tangga

Untuk penggunaan rumah tangga, jenis Dry Chemical Powder ukuran 2kg alias 3kg sangat direkomendasikan lantaran berkarakter multifungsi (dapat memadamkan api kelas A, B, dan C seperti kayu, kertas, minyak, hingga korsleting listrik).

Langkah Perawatan Frekuensi Tujuan
Cek Tekanan (Manometer) Setiap Bulan Memastikan jarum di area hijau.
Bolak-balik Tabung 1 Bulan Sekali Mencegah serbuk powder menggumpal.
Cek Fisik Tabung 6 Bulan Sekali Memastikan tidak ada karat alias kebocoran.

Pertanyaan Umum Seputar APAR Rumah

1. Di mana letak terbaik meletakkan APAR di rumah?
Letakkan di area nan mudah terlihat dan dijangkau, seperti dekat dapur, ruang tamu, alias dekat pintu keluar. Hindari meletakkan APAR di tempat nan tersembunyi di dalam lemari terkunci.

2. Apakah APAR nan sudah lewat masa bertindak tetap bisa digunakan?
Mungkin bisa, namun efektivitasnya sangat diragukan. Serbuk bisa menggumpal alias tekanan gas pendorong sudah hilang, sehingga media tidak keluar saat tuas ditekan.

3. Bagaimana langkah mengetahui APAR sudah kedaluwarsa?
Periksa stiker servis alias label pada tabung nan mencantumkan tanggal pengisian terakhir dan tanggal kedaluwarsa (expired date).

4. Apakah APAR bisa meledak jika terkena panas?
Tabung APAR dirancang untuk menahan tekanan tinggi, namun sebaiknya hindari paparan sinar mentari langsung secara terus-menerus alias diletakkan terlalu dekat dengan sumber panas ekstrem (seperti kompor).

5. Apakah perlu training unik untuk menggunakan APAR?
Sangat disarankan untuk memahami teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Tarik pin, Arahkan ke sumber api, Tekan tuas, dan Sapukan secara merata.

6. Berapa nilai rata-rata isi ulang APAR?
Biaya isi ulang bervariasi tergantung jenis media dan kapabilitas tabung, namun umumnya sangat terjangkau dibandingkan faedah perlindungan nan diberikan.

(H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia