Ini Faktor yang Mendorong Penguatan Nilai Tukar Rupiah Hingga Mencapai 17.744 terhadap Dolar AS

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ini Faktor nan Mendorong Penguatan Nilai Tukar Rupiah Hingga Mencapai 17.744 terhadap Dolar AS Ilustrasi penguatan nilai tukar rupiah.(MI/Adang Iskandar)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat bergerak menguat 51 poin alias 0,29% menjadi Rp17.693 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi arah kebijakan Bank Indonesia setelah Destry Damayanti menegaskan bahwa penguatan sinergi dengan pemerintah tidak bakal mengurangi independensi dan kredibilitas BI.

"Destry juga menekankan pentingnya bauran kebijakan serta pendalaman pasar duit dan valas untuk menjaga stabilitas rupiah," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (28/8).

Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI terpilih periode 2026-2031 serta Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) BI terpilih periode 2026-2031.

Dengan demikian, secara definitif Destry menggantikan Perry Warjiyo nan mengundurkan diri dari kedudukan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sementara posisi Deputi Gubernur Senior nan ditinggalkan Destry, sekarang beranjak kepada Aida S Budiman.

Secara umum, Destry menjelaskan bahwa BI pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi. Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) juga telah mengamanatkan BI untuk menciptakan suasana ekonomi nan kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dan pembuatan lapangan kerja.

"Ke depan, penanammodal bakal mencermati sejumlah agenda domestik, terutama info inflasi dan perdagangan, serta perkembangan proses penetapan Gubernur Bank Indonesia berikutnya," ungkap Amru.

Melihat sentimen global, lanjutnya, pergerakan dolar AS tetap menjadi aspek utama nan menentukan arah rupiah. Dolar AS bergerak relatif terbatas dengan DXY berada di sekitar 99,18, sementara yield US Treasury 10 tahun tetap berada di level nan cukup tinggi, sekitar 4,68%. Kondisi tersebut dianggap membikin ruang penguatan rupiah condong terbatas.

"Perhatian pasar hari ini tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku kembang AS. Pernyataan nan lebih hawkish berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan menekan rupiah, sedangkan sinyal nan lebih dovish dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan," kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.703 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.762 per dolar AS. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia