
Green Economy (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indonesia membangun ekosistem ekonomi hijau nan menghubungkan pendidikan, pertanian, koperasi, rantai pasok, pasar, masyarakat, ekonomi sirkular, teknologi lingkungan serta pengembangan green project.
Hal ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI) dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC).
Dalam kerjasama tersebut, KPCI bakal memperkuat ekosistem hulu melalui jaringan petani, golongan tani, koperasi, wilayah dan komoditas pertanian potensial, termasuk pengembangan pola kemitraan upaya pertanian dan contract farming.
KKDC bakal memperkuat sisi hilir melalui pengembangan rantai pasok, distribusi, pemasaran, akses pasar, jaringan konsumen, serta komunitas. Jaringan tersebut juga membuka kesempatan untuk membangun sinergi dengan Bank Sampah Unit (BSU) dan beragam aktivitas ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
"Sementara itu, ESGIN bakal mendukung pengembangan green project dan digital environmental infrastructure," kata Vice President ESGIN Global Yayang Ruzaldy di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Hal ini termasuk pemanfaatan platform ESG-in, traceability, pengukuran akibat lingkungan, Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), serta identifikasi potensi green project, climate project, dan proyek penurunan alias pengurangan emisi gas rumah kaca.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·