Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana elektrifikasi jalur kereta api Cikarang-Cikampek tampaknya semakin terwujud, di mana pemerintah mulai menggelar pertemuan dengan jejeran mengenai untuk membahas rencana elektrifikasi jalur tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan rapat pembahasan rencana pembangunan elektrifikasi jalur kereta api lintas Cikarang-Karawang hingga Cikampek berbareng Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Jakarta dan Banten.
Kegiatan ini sejalan dengan Program dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional nan diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 22 April lampau di Stasiun Tanah Abang.
"Elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemprov Jawa Barat. Terdapat permintaan dan pergerakan masyarakat nan cukup tinggi di wilayah Cikarang dan sekitarnya, bakal kesediaan pikulan umum massal berbasis KRL," kata Dishub Jawa Barat dalam paparannya di rapat tersebut, dikutip dari IG @btpjakarta, Sabtu (9/5/2026).
Rapat koordinasi tersebut menekankan pentingnya percepatan pengembangan jaringan transportasi berbasis rel melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan badan usaha. Sejalan dengan pengarahan tersebut, pembahasan elektrifikasi lintas Cikarang-Cikampek menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendorong peningkatan jasa pikulan massal di wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) Kemenhub mengatakan elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek sudah masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) DJKA 2025-2029.
"Elektrifikasi jalur Cikarang - Cikampek merupakan salah satu aktivitas peningkatan nan telah masuk di dalam Renstra DJKA Tahun 2025 - 2029 nan direncanakan dapat terlaksana dan selesai di akhir tahun 2029," kata LLAKA.
Saat ini, rencana elektrifikasi tersebut telah memasuki tahap review Detail Engineering Design (DED) elektrifikasi Cikarang - Cikampek pada 2011.
Namun, setelah lebih dari satu dasawarsa serta seiring perkembangan wilayah, peningkatan kebutuhan transportasi, dan perubahan standar teknis, arsip tersebut dinilai sudah tidak lagi relevan.
Pada tahap penyusunan DED, konsentrasi aktivitas meliputi perancangan teknis beragam komponen infrastruktur, antara lain pembangunan gardu traksi, pemasangan jaringan listrik aliran atas (LAA), peningkatan stasiun dan pembangunan Depo termasuk stabling.
Melalui penyusunan DED ini, diharapkan seluruh aspek teknis, operasional, pembiayaan, serta integrasi antarmoda dapat dirancang secara komprehensif sehingga mendukung kelancaran penerapan pada tahap pembangunan.
Sementara itu, berasas info penumpang jalur Cikarang-Cikampek dari Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta, penggunanya mencapai 85,9 juta orang per tahun dengan rata-rata 235.000 per hari.
Peningkatan pengguna KA Commuter Line Lokal Walahar Ekspres relasi Cikarang - Purwakarta meningkat menjasi 4 juta lebih pada 2025, dari sebelumnya 2,1 juta orang pada 2022.
Sedangkan KA Commuter Line Lokal Jatiluhur relasi Cikarang - Cikampek, jumlah pengguna meningkat menjadi 1,2 juta orang di 2025, dari sebelumnya 219.000 orang pada 2022.
Pada kuartal pertama 2026, tercatat lebih dari 346.000 pengguna telah memanfaatkan jasa kereta api ini.
Dengan di rencanakannya Elektrifikasi antara Cikarang - Karawang dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa kereta api.
Selain pembahasan mengenai dengan rencana peningkatan pada lintas Cikarang - Cikampek, dalam kesempatan kali ini, PT JABABEKA Infrastruktur menyampaikan niatnya untuk melakukan pengembangan Stasiun Lemah Abang, dimulai dari penyediaan park and ride hingga rencana pengembangan konsep area menggunakan skema TOD (Transit Oriented Development).
Kawasan Industri Cikarang berkontribusi sginifikan terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) Nasional. Namun, efisiensi area ini terdegradasi oleh rumor konektivitas.
"Pertumbuhan area industri ke arah timur (Jababeka Tahap II, Deltamas, GIIC) tidak diimbangi dengan perpanjangan jangkauan transportasi massal berbasis rel (rail-bassed mass transit). Pengembangan Park and Ride Lemah Abang memanfaatkan lahan Jababeka untuk merespon perpanjangan Commuter Line (KRL) sebagai keqiatan perstasiunan dan stasiun eksisting untuk peron," kata Jababeka Infrastruktur.
(wur/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·