Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, membeberkan argumen Grebeg Besar Keraton Yogyakarta memperingati Idul Adha digelar secara sederhana.
"Ya penghematan aja. Kabeh (semua) kan penghematan. Ya kita juga menghemat lah. Psikologisnya kan gitu. Nanti dikira mewah-mewah," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (21/5).
Sultan mengatakan, saat ini pemerintah sedang menghemat APBN, maka wilayah pun juga kudu melakukan perihal serupa.
"Nanti kan Sekaten, jadi kemungkinan prajurit tetap ngawal. Misalnya gitu. Tapi pada waktu aktivitas (grebeg) gunungan nggak ada," katanya.
Sultan belum tahu apakah ketika keadaan ekonomi membaik, aktivitas grebeg bakal kembali seperti dahulu.
"Nanti kita lihat perkembangan. Kalau memang keadaan ekonominya lebih baik ya dimunculkan lagi. Kita kan belum tahu," ujarnya.
Keraton Yogyakarta bakal mengadakan Hajad Dalem Garebeg Besar alias grebeg besar memperingati Iduladha 1447H/2026 pada Rabu (25/5) mendatang.
"Kami, Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, belum lama ini nampi Dhawuh Dalem (menerima dhawuh alias perintah dari Sultan) untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari besok Garebeg Besar," ungkap KRT Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem senior berkedudukan Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta, dalam keterangan nan diterima kumparan.
Kanjeng Kusuma mengatakan petunjuk dari Sultan kudu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Pemberian infak dari raja kepada kawula tetap diwujudkan dengan pembagian ubarampe pareden kepada seluruh Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta.
Prosesi Grebeg Besar bakal dilaksanakan mirip seperti saat pandemi COVID-19. Tidak ada gunungan nan keluar keraton maupun iring-iringan prajurit.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·