Penyerang Tim Nasional (Timnas) Indonesia Mauro Zijlstra gabung ke Arema FC dengan status pinjaman. Zijlstra nan kalah saing di Macan Kemayoran, kudu terdepak dari skuad didikan Shin Tae-yong dan dipinjamkan ke Arema FC.
Secara statistik memang penyerang berumur 21 tahun itu memang baru bermain 4 laga di Super League musim 2025 - 2026. Dari empat laga musim lampau itu apalagi Zijlstra belum menciptakan gol alias assist berbareng Persija Jakarta.
Kedatangan pemain asing Alexander Jeremeff asal Swedia dan kian moncernya performa Eksel Runtukahu di Persija membikin namanya tersisih. Alhasil dia terpaksa dipinjamkan ke Arema FC demi menambah menit bermainnya.
General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menyatakan, peminjaman Zijlstra striker Timnas Indonesia diawali komunikasi bagus antara manajemen Singo Edan dan Macan Kemayoran. Pihaknya memandang keahlian Zijlstra sesuai dengan kebutuhan taktikal pembimbing dan menambah kedalaman skuad di lini serang Arema FC.
""Kami menyambut Mauro Zijlstra sebagai bagian dari family besar Arema FC. Kehadirannya menjadi tambahan nan kami butuhkan untuk memperkuat lini depan menghadapi Super League 2026/2027," ujar Yusrinal Fitriandi, pada Minggu (23/8).
Zijlstra apalagi langsung dikenalkan ke Aremania pada laga uji coba melawan RANS FC, pada Sabtu sore (22/8). Kedatangannya pun disambut positif oleh kubu Singo Edan nan tengah berburu penyerang usai belum pulihnya Gustavo Hendrique, nan mengalami cedera di turnamen Piala Presiden. Asa penyerang jebolan akademi Az Alkmaar Belanda itu untuk bermain juga lebih besar dibandingkan dengan di Persija Jakarta.
"Mauro mempunyai potensi dan kualitas nan kami yakini bisa memberikan kontribusi bagi tim. Kami berambisi dia bisa sigap beradaptasi dengan lingkungan tim, memahami filosofi permainan pelatih, dan menunjukkan keahlian terbaiknya berbareng Arema FC," terangnya.
Di sisi lain, Mauro Zijlstra mengakui aspek menit bermain menjadi pertimbangannya menerima tawaran peminjaman Arema FC. Ia sudah berbincang langsung dengan Shin Tae-yong, eks pembimbing Timnas Indonesia mengenai kans bermain reguler di Macan Kemayoran.
"Setelah bermain berbareng Tim Nasional, saya berbincang dengan Coach Shin Tae-yong tentang pilihan terbaik untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan memainkan lebih banyak pertandingan, lantaran musim lampau saya tidak banyak bermain akibat cedera,” kata Mauro Zijlstra.
Setelah musim lampau melangkah terbatas, Mauro kemudian mencari pilihan nan bisa memberinya kesempatan bermain lebih banyak. Komunikasi dengan Shin Tae-yong turut membahas langkah terbaik untuk kariernya pada musim baru.
Mauro memandang Arema sebagai pilihan nan tepat untuk melanjutkan perkembangan kariernya. Status kejuaraan kasta tertinggi menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam keputusannya.
Kesempatan bermain menjadi pertimbangan utama Mauro ketika memilih Singo Edan. Dia mau mendapatkan pengalaman bertanding lebih banyak setelah menghadapi keterbatasan penampilan pada musim sebelumnya.
“Saya pikir, berasosiasi dengan Arema merupakan keputusan nan bagus. Ini tetap liga kasta pertama dan saya juga tahu ada banyak pemain bagus di sini. Saya bisa bermain lebih banyak di sini dibandingkan di Persija. Jadi itulah alasannya,” pungkasnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·