Kenjaku(Doc IMDB)
DALAM narasi Jujutsu Kaisen, momen penyegelan Satoru Gojo di dalam Prison Realm selama kejadian Shibuya menjadi titik kembali paling krusial. Sebagai penyihir terkuat di era modern, keberadaan Gojo merupakan penghalang absolut bagi rencana besar nan telah disusun selama ribuan tahun oleh Kenjaku. Namun, kenapa Kenjaku memilih untuk menyegelnya daripada mencoba membunuhnya?
Satoru Gojo: Anomali nan Tak Terkalahkan
Alasan paling mendasar kenapa Kenjaku menyegel Satoru Gojo adalah lantaran membunuhnya merupakan perihal nan mustahil. Dengan teknik Limitless dan Six Eyes, Gojo mempunyai pertahanan absolut nan tidak bisa ditembus oleh serangan bentuk maupun kutukan biasa. Kenjaku, nan telah hidup berpindah-pindah tubuh selama berabad-abad, sangat memahami bahwa konfrontasi langsung hanya bakal berhujung dengan kekalahannya.
Berdasarkan sejarah bumi Jujutsu, pengguna Six Eyes selalu menjadi sosok nan menggagalkan rencana Kenjaku di masa lalu. Tercatat, Kenjaku pernah dikalahkan dua kali oleh pengguna Six Eyes sebelumnya.
Bahkan ketika dia membunuh bayi pengguna Six Eyes sesaat setelah lahir, takdir seolah membawa pengguna baru tepat pada hari eksekusi rencananya. Oleh lantaran itu, menyegel Gojo adalah satu-satunya langkah untuk "menyingkirkannya" dari papan permainan tanpa memicu kelahiran pengguna Six Eyes baru.
Strategi di Balik Penggunaan Prison Realm
Kenjaku memanfaatkan barang terkutuk tingkat tinggi berjulukan Prison Realm (Gokumonkyo). Untuk mengaktifkannya, sasaran kudu berada dalam radius tertentu selama satu menit di dalam pikiran mereka. Di sinilah kepintaran taktis Kenjaku bermain:
- Eksploitasi Emosional: Kenjaku menggunakan tubuh Suguru Geto, satu-satunya sahabat sejati Gojo. Kemunculan sosok Geto di hadapan Gojo menciptakan guncangan mental nan membikin pikiran Gojo terhenti sejenak, memenuhi syarat "satu menit" dalam sekejap.
- Kekuatan Penahanan: Prison Realm adalah dimensi saku nan tidak bisa ditembus dari dalam, apalagi oleh kekuatan sebesar Gojo sekalipun. Di dalamnya, waktu tidak berjalan, sehingga Gojo terjebak dalam kondisi statis.
Tujuan Akhir: Evolusi Kemanusiaan
Tanpa adanya Satoru Gojo, keseimbangan kekuatan bumi Jujutsu runtuh. Hal ini memberikan jalan bagi Kenjaku untuk memulai Culling Game. Alasan strategis lainnya meliputi:
- Menghilangkan "Polisi Dunia": Gojo adalah penyeimbang nan mencegah roh kutukan dan penyihir jahat bertindak semena-mena. Tanpanya, kekacauan nan dibutuhkan Kenjaku untuk mengoptimalkan daya kutukan dapat tercipta.
- Memaksa Evolusi: Kenjaku mau memaksa umat manusia berevolusi dengan menggabungkan mereka dengan Tengen. Satoru Gojo dipastikan bakal menggagalkan ritual penggabungan ini jika dia tetap bebas.
- Stabilitas Rencana: Dengan menyegel Gojo, Kenjaku memastikan bahwa variabel terkuat dalam sejarah tidak bakal mengintervensi langkah-langkah teknis menuju era baru kutukan.
Penyegelan Satoru Gojo membuktikan bahwa dalam bumi Jujutsu Kaisen, kepintaran dan strategi licik terkadang bisa melumpuhkan kekuatan mentah nan paling luar biasa sekalipun. (Z-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·