AS Umumkan Darurat Kelistrikan Usai Gelombang Panas Ekstrem di Sebagian Wilayah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump berbincang di samping Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat menghadiri rapat kabinet di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington, DC, AS, Rabu (27/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan status darurat kelistrikan di wilayah tenggara AS setelah para mahir prediksi cuaca memperingatkan gelombang panas rawan nan diperkirakan bakal membebani jaringan listrik di sepanjang pantai timur negara tersebut.

Perintah darurat nan dikeluarkan Departemen Energi AS pada Kamis (11/6) mengizinkan Duke Energy Corp mengoperasikan pembangkit listrik pada kapabilitas maksimum dan melampaui pemisah emisi polusi udara tertentu sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi listrik.

Hal tersebut bermaksud untuk memenuhi lonjakan permintaan di North Carolina dan South Carolina. Perintah ini bertindak hingga Jumat (12/6) malam.

“Perintah ini bakal mengurangi akibat pemadaman listrik nan tidak perlu akibat proyeksi beban listrik nan sangat tinggi dan suhu panas ekstrem di seluruh kawasan,” kata Departemen Energi AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Bloomberg.

Permintaan publikasi perintah darurat tersebut diajukan oleh Duke Energy pada Kamis (11/6).

Perusahaan itu memperkirakan permintaan listrik bakal meningkat secara tidak biasa lantaran suhu diperkirakan mencapai hingga 101 derajat Fahrenheit alias sekitar 56 derajat Celsius di beberapa wilayah Carolina.

Kondisi tersebut terjadi di tengah kekeringan parah nan melanda area itu.

Perusahaan utilitas tersebut juga menyatakan kekhawatiran bahwa mereka mungkin tidak mempunyai kapabilitas pembangkitan listrik nan memadai akibat pembatasan dalam izin lingkungan dan beragam kondisi lainnya.

Badan Cuaca Nasional AS pun memperingatkan gelombang panas bakal membentang dari South Carolina hingga Maine hingga Jumat (12/6).

Harga listrik real-time pada jaringan nan dioperasikan PJM Interconnection LLC, nan mencakup Distrik Columbia dan 13 negara bagian dari Illinois hingga New Jersey, melonjak di atas USD 1.300 per megawatt-jam pada Kamis (11/6) malam di tengah tingkat kelembapan nan tinggi dan cuaca panas di area Mid-Atlantic.

Operator jaringan listrik New York, New York Independent System Operator (NYISO), menyatakan tengah bersiap mengaktifkan program respons darurat permintaan listrik. Sementara itu, operator jaringan listrik New England menetapkan status 'kondisi tidak normal' ketika indeks panas mendekati 100 derajat Fahrenheit di area tersebut.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan