Jakarta, CNBC Indonesia - Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Epi Sulandari mengungkapkan, stok beras pemerintah saat ini sudah mencapai 4,647 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) itu sekarang sudah disebar ke wilayah-wilayah di Indonesia.
Selain CBP, Bulog juga tercatat mempunyai 21.582 ton beras komersial. Sehingga total volume beras nan dikuasi Bulog saat ini ada 4,668 juta ton.
"Cadangan beras pemerintah sudah kita sebarkan ke seluruh Indonesia. Termasuk ke wilayah III, wilayah-wilayah nan tetap terdapat kenaikan nilai beras nan cukup tinggi. Juga daerah-daerah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, Kepulauan) nan tadi disebutkan ibu Deputi," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, ditayangkan kanal Youtube Kemendagri, Senin (13/4/2026).
"Kami sudah menyampaikan ke seluruh penyimpanan Bulog seluruh Indonesia. Termasuk juga stok minyak goreng ada 104.660 kiloliter. Ini bakal kita gunakan, baik untuk kebutuhan support pangan maupun untuk kebutuhan stabilisasi nilai di pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok)," katanya.
Dari nomor itu, tercatat ada 5 instansi wilayah Bulog nan menguasai CBP terbesar.
Yaitu, Jawa Timur dengan stok 1.117.548 ton, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan 801.855 ton, Jawa Barat mempunyai 740.177 ton, disusul Jawa Tengah dan Lampung dengan stok CBP mencapai 342.519 ton dan 291.567 ton.
Disebutkan, stok-stok tersebut sudah siap didistribusikan.
Terkait pengadaan beras, lanjutnya, untuk tahun 2026 hingga saat ini, sudah mencapai setara beras 1,8 juta ton untuk PSO (CBP) dan 24 ribu ton setara beras komersial.
Dengan begitu, kata Epi, total pengadaan Bulog dari dalam negeri sudah mencapai 1,9 juta ton setara beras.
Menurutnya, nomor itu adalah tertinggi dibandingkan 6 tahun terakhir.
Bangun Gudang Sementara
Sementara itu, lanjutnya, Direksi Bulog telah berjumpa dengan Bupati Mahakam Ulu dan Bupati Kutai Barat, Kalimantan Timur, membahas daerah-daerah nan mengalami lonjakan nilai beras tinggi.
"Kita sepakat untuk membikin penyimpanan sementara sebagai penyimpanan filial Bulog di Mahakam Ulu maupun Kutai Barat, nan kelak bakal kita gunakan sebagai penyimpanan Bulog. Sehingga beras-beras itu bakal langsung kita bakal simpan beberapa ton di daerah-daerah tersebut," ungkapnya.
"Ini bakal dapat digunakan untuk SPHP maupun support pangan. Sebelum gudang-gudang nan bakal dibangun Bulog, program prasarana pangan tahun 2026 dapat dilaksanakan," ujar Epi.
Foto: Kadiv Hubungan Kelembagaan Bulog Epi Sulandari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri )
Kadiv Hubungan Kelembagaan Bulog Epi Sulandari dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/4/2026). (Tangkapan layar Youtube Kemendagri )
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·