Infrastruktur Gas Bumi Dorong Daya Saing Industri di KEK Sei Mangkei

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Infrastruktur Gas Bumi Dorong Daya Saing Industri di KEK Sei Mangkei Pertagas memperkuat support pertumbuhan industri hilir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.(Antara)

PT Pertamina Gas (Pertagas) memperkuat dukungannya terhadap pengembangan industri hilir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara, melalui penyediaan pasokan gas bumi nan andal bagi pelaku industri. Upaya tersebut dijalankan melalui sinergi dengan anak usahanya, PT Pertagas Niaga (PTGN), guna memastikan kebutuhan daya industri di area strategis nasional tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas), Indra P Sembiring, mengatakan komitmen perusahaan diwujudkan melalui pengembangan prasarana daya dan jasa pengedaran gas bumi nan mendukung aktivitas industri di KEK Sei Mangkei. Salah satu corak support tersebut terlihat dari proses gas-in dan commissioning nan dilakukan PTGN untuk akomodasi milik PT Guthrie International Sei Mangkei Refinery. Tahapan tersebut menjadi langkah krusial sebelum perusahaan pengolahan dan pemurnian kelapa sawit tersebut memasuki operasi komersial penuh pada Juni 2026.

Kehadiran GISMR menambah daftar industri nan memanfaatkan gas bumi di KEK Sei Mangkei. Sebelumnya, PTGN telah memasok gas bumi kepada PT Evyap Sabun Indonesia, perusahaan oleokimia nan beraksi di area tersebut, dengan volume pasokan mencapai 3.800 MMBTUD. Meningkatnya penggunaan gas bumi oleh beragam sektor industri menunjukkan semakin besarnya peran daya tersebut dalam meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta mendukung pengembangan industri hilir nasional.

Indra menilai pengembangan pemanfaatan gas bumi di KEK Sei Mangkei merupakan bagian dari strategi Subholding Gas Pertamina untuk menghadirkan daya nan bisa mendukung pertumbuhan industri dan investasi di area strategis nasional.

“Kehadiran gas bumi tidak hanya mendukung kebutuhan daya pengguna secara andal, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan industri di kawasan,” ujarnya.

Melalui kerjasama Pertagas dan PTGN, perusahaan menghadirkan solusi daya terintegrasi guna mendukung pengembangan industri nan lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. Dalam proses commissioning GISMR, PTGN menyalurkan gas bumi dengan volume antara 209 hingga 1.330 MMBTUD sesuai kebutuhan pengetesan utilitas pabrik, khususnya untuk operasional boiler sebelum akomodasi memasuki tahap produksi penuh.

Presiden Direktur PT Pertagas Niaga, Toto Yulianto, mengatakan penyaluran gas pada tahap commissioning menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan operasional akomodasi industri sekaligus meningkatkan daya saing sektor hilir. Menurutnya, pasokan gas bumi nan andal dapat membantu industri meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus memperkuat pengembangan kawasan industri strategis seperti KEK Sei Mangkei.

Untuk mendukung kebutuhan daya pelanggan, Pertagas juga membangun jaringan pipa nan menghubungkan prasarana gas eksisting dengan akomodasi industri. Pada proyek GISMR, perusahaan membangun pipa interkoneksi nan memungkinkan pasokan daya tersalurkan secara kondusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, PTGN menjalankan kegunaan penyediaan gas bumi, pengelolaan hubungan komersial dengan pelanggan, serta memastikan pengedaran gas sesuai kebutuhan operasional industri.

Dengan semakin banyaknya perusahaan nan memanfaatkan gas bumi di KEK Sei Mangkei, Subholding Gas Pertamina optimistis keberadaan prasarana dan jasa daya nan andal bakal meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat pengembangan industri hilir, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah maupun nasional. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia