Inflasi Tahunan Melandai ke 3,48 Persen, Efek Diskon Listrik Tak Ada Masih Terasa

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |20:39 WIB

Inflasi Tahunan Melandai ke 3,48 Persen, Efek Diskon Listrik Tak Ada Masih Terasa

Inflasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48 persen. Angka ini melandai dari bulan sebelumnya nan mencapai 4,76 persen.

BPS menjelaskan bahwa tingginya nomor inflasi tahunan Maret 2026 disebabkan oleh tetap adanya sedikit pengaruh normalisasi tarif listrik. 

"Pada Januari-Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan potongan nilai tarif listrik, sehingga level nilai pada periode tersebut berada di bawah tren normal dan menekan IHK alias menyebabkan deflasi tarif listrik. Selanjutnya, meskipun tarif listrik prabayar kembali normal pada Maret 2025, potongan nilai untuk pascabayar tetap berlanjut, sehingga saat ini kita lihat pada Maret 2026 inflasi tercatat lebih tinggi, padahal nilai sesungguhnya kembali ke kondisi semula,” jelas Kepala BPS RI, Amalia Adingggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
 
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99 persen. Masih adanya akibat low-base effect terlihat dari tingginya inflasi tahunan golongan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga nan mencapai 7,24 persen dengan andil inflasi 1,08 persen. 

”Berdasarkan hasil simulasi BPS, jika seandainya tidak ada kebijakan potongan nilai listrik pada Januari-Februari 2025, maka inflasi bulan Maret 2026 berada pada kisaran 2,48 persen,” ungkap Amalia. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com