Ilustrasi(Dok Istimewa)
TRANSFORMASI industri properti Indonesia semakin mengarah pada pembangunan nan tidak hanya mengutamakan kreasi dan kenyamanan, tetapi juga efisiensi daya serta keberlanjutan. Kondisi ini mendorong pemanfaatan teknologi pemanas air berbasis daya terbarukan sebagai bagian dari utilitas properti modern.
Salah satu teknologi nan mendapat apresiasi adalah Solar Water Heater Inti Solar nan meraih Properti Indonesia Award (PIA) 2026 atas kualitas, inovasi, profesionalitas, reputasi, serta kontribusinya terhadap perkembangan industri properti di Indonesia.
Penghargaan diterima Direktur Utama PT Intisarana Adisejahtera, produsen Inti Solar, Yoseph Chandra, dalam seremoni PIA 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Yoseph mengatakan penghargaan tersebut relevan dengan arah industri properti nan semakin menempatkan efisiensi daya dan keberlanjutan sebagai bagian krusial pembangunan.
"Industri properti saat ini tidak lagi hanya berbincang mengenai desain, nilai premium, ataupun skala sebuah proyek. Properti modern juga dituntut semakin efisien, nyaman, cerdas, dan berkelanjutan," kata Yoseph.
Menurutnya, pemanas air perlu dipandang sebagai utilitas primer properti modern, bukan sekadar akomodasi tambahan. Sistem nan tepat dapat meningkatkan kenyamanan serta membantu mengendalikan konsumsi daya dan biaya operasional jangka panjang.
"Karena itu, kami berambisi pemanfaatan daya mentari untuk kebutuhan air panas semakin menjadi salah satu pilihan utama dalam pengembangan properti di Indonesia," ujarnya.
Inti Solar telah mengembangkan teknologi pemanas air berbasis daya mentari sejak 1960 dengan konsep Air Panas Tanpa Listrik. Dalam penggunaan normal dan kreasi sistem nan sesuai, teknologi ini dapat mengandalkan tenaga mentari tanpa memerlukan pemanas listrik persediaan secara terus-menerus.
"Menurut kami, masa depan green property memerlukan teknologi nan bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga teruji, dapat diandalkan, dan betul-betul relevan dengan kondisi Indonesia," kata Yoseph.
Pengembangan teknologi juga diarahkan pada konsep smart property. Produk seperti Master 15 dan Black Series dilengkapi controller Wi-Fi sehingga pengguna dapat memantau suhu air melalui smartphone serta mengaktifkan pemanas listrik persediaan secara manual dan otomatis ketika cuaca tidak mendukung.
Untuk rumah tangga, Inti Solar menyediakan beragam kapasitas, termasuk PS10 100 liter nan direkomendasikan bagi family empat orang dengan kebiasaan mandi dua kali sehari. Kapasitas tersedia hingga 300 liter untuk kebutuhan sekitar sembilan orang, dengan teknologi Premium Indirect Heating dan Vacuum Tube.
Selain Solar Water Heater, perusahaan mengembangkan Heat Pump Water Heater nan memanfaatkan panas dari udara sekitar. Teknologi ini dinilai relevan dengan kondisi suasana tropis Indonesia dan dapat menjadi pengganti sistem pemanasan air nan lebih efisien.
Yoseph memandang pasar pemanas air nasional tetap mempunyai ruang pertumbuhan besar. Kebutuhan air panas tidak hanya berasal dari rumah tinggal, tetapi juga hotel, apartemen, rumah sakit, dan beragam properti komersial.
"Solar Water Heater tetap menjadi upaya utama nan kuat dan kekal digunakan di Indonesia nan kaya sinar matahari, sementara Heat Pump menjadi salah satu motor pertumbuhan Inti Solar ke depan," ujarnya.
Pada 2026, salah satu penerapan Heat Pump Inti Solar dilakukan di The Ashva Swiss-Belresort Ubud, Bali. Sistem tersebut diterapkan untuk kebutuhan hospitality dengan kapabilitas air panas besar dan dapat diatur hingga temperatur 60 derajat Celsius untuk kebutuhan mandi dan shower.
Ke depan, Inti Solar menargetkan pengembangan upaya dari produsen Solar Water Heater menjadi penyedia solusi water heating system nan lebih lengkap, mulai dari daya matahari, panas udara, hingga sistem nan terhubung secara digital.
"Target kami bukan hanya mempertahankan pangsa pasar nan sudah ada, tetapi memperluas posisi Inti Solar dari Solar Water Heater menjadi penyedia solusi water heating system nan semakin lengkap," kata Yoseph.
Perkembangan ini menunjukkan efisiensi daya dalam industri properti Indonesia makin diarahkan pada penerapan teknologi nyata. Pemanfaatan daya mentari dan panas udara jadi salah satu pilihan untuk mendukung properti nan lebih irit energi, nyaman, dan berkelanjutan. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·