Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sukses mengamankan tiket babak perempat final setelah menyudahi perlawanan sengit wakil Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai.(MI/RAMDANI)
LANGKAH dobel putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, belum terhentikan di arena Indonesia Terbuka 2026. Pasangan muda Pelatnas Cipayung itu sukses mengamankan tiket babak perempat final setelah menyudahi perlawanan sengit wakil Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai.
Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6), Rachel/Febi dipaksa bekerja keras melalui pertarungan tiga gim nan berhujung dengan skor 21-18, 17-21, dan 21-13.
Kemenangan itu sekaligus menjaga asa sektor dobel putri tuan rumah pada turnamen berkategori BWF Super 1000 tersebut.
Rachel/Febi sebenarnya mengawali laga dengan baik setelah mengamankan gim pertama. Namun, performa mereka sempat menurun di gim kedua hingga memberikan kesempatan bagi Corbett/Gai untuk bangkit dan memaksakan terjadinya gim penentuan.
Beruntung, pada gim ketiga, dobel putri Indonesia tersebut bisa keluar dari tekanan dan kembali memegang kendali permainan hingga menyudahi laga dengan kemenangan meyakinkan.
Seusai pertandingan, Febi mengakui bahwa mereka sempat kehilangan momentum di gim kedua akibat penurunan konsentrasi. Namun, pertimbangan sigap di lapangan membikin mereka bisa membalikkan keadaan.
"Senang sekali bisa melaju ke babak selanjutnya. Tadi di game kedua mungkin sempat lenyap fokus, lenyap itu kita bisa, set ketiga kita bisa mengembalikan fokusnya lagi dan kepercayaan dirinya lagi," kata Febi pasca pertandingan.
Senada dengan rekannya, Rachel berterima kasih mereka dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik tanpa hambatan fisik. Ia menyebut ketenangan menjadi kunci utama keberhasilan mereka merebut gim ketiga.
"Puji Tuhan, kita selesai tanpa cedera apa pun. Kalau dari saya mungkin sama, tadi set kedua kita mungkin sedikit kendor alias enggak sesuai sama strategi nan pembimbing kasih juga. Tapi kita di game ketiga coba buat lebih tenang, terus lebih dikontrol lagi semuanya, pergerakan semuanya," ujar Rachel.
Pada babak delapan besar, Rachel/Febi dipastikan bakal terlibat duel kerabat melawan sesama wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Mengingat musuh merupakan rekan sepelatihan di Pelatnas, Rachel menegaskan pentingnya persiapan strategi dan komunikasi nan matang.
"Kita pasti komunikasi gimana main besok lantaran pastinya sudah sama-sama tahu juga, kita sudah sering latihan. Mungkin paling dari pertemuan sebelumnya kan kita nan menang, jadi kita bangkitkan kepercayaan diri dari kesempatan kemarin saja," tutur Rachel.
Menatap langkah selanjutnya di Indonesia Terbuka 2026, Rachel/Febi enggan terbebani oleh sasaran nan terlalu jauh. Mereka memilih untuk konsentrasi menghadapi turnamen ini secara bertahap, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
"Ya, pasti jika dari sasaran kita sendiri pengen nembus semifinal sampai mau juara. Cuma kita mau konsentrasi satu per satu dulu saja sih," kata Febi.
Mengenai sasaran dari tim kepelatihan, Rachel mengungkapkan bahwa tidak ada beban spesifik nan dipatok kepada mereka. Tim pembimbing justru membebaskan para pemain untuk menentukan pemisah keahlian dan ambisi mereka sendiri di lapangan.
"Kalau pembimbing sendiri sih, justru kita juga enggak ada dikasih tahu kayak 'kamu kalian kudu masuk ini, kudu masuk ini', enggak sih. Cuma memang pembimbing justru menekankan ke kitanya sendiri, 'kamu mau sampai mana?' gitu," ucap Rachel. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·