Pembalap MotoGP tim LCR Honda Idemitsu Castrol Johann Zarco (tengah) berbareng pembalap MotoGP tim Trackhouse Racing Miguel Oliveira (kiri), pembalap Moto2 tim QJ Motor Gresini Manuel Gonzales (kanan), pembalap Moto3 CFMoto Aspar Team David Alonso (kedua kan(Antara)
INDONESIA kembali bersiap menjadi tuan rumah arena balap motor paling bergengsi di bumi melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 nan bakal berjalan pada 9-11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum krusial lantaran menandai tahun kelima MotoGP digelar di Indonesia sejak pertama kali datang di Mandalika pada 2022.
Dalam kurun waktu tersebut, arena balap bumi itu berkembang menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Tanah Air sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam almanak olahraga internasional.
Lebih dari sekadar balapan, Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi sarana promosi pariwisata nasional nan memperkenalkan keelokan alam, budaya, serta keramahan Indonesia kepada masyarakat dunia.
Sebagai penyelenggara melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dengan support PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai operator Mandalika International Circuit, beragam persiapan terus dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan sesuai standar internasional nan ditetapkan Dorna Sports dan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).
Dalam rangka penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus dimulainya penjualan tiket resmi, ITDC menggelar aktivitas Press Conference & Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Official Launch and Ticket Sales Opening di Kantor InJourney, Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Acara tersebut dihadiri, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Direktur Utama InJourney Maya Watono, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati, serta Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Moreno Soeprapto.
Dalam kesempatan itu, para pemangku kepentingan memaparkan beragam info terbaru mengenai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, termasuk pembukaan penjualan tiket resmi, strategi pengembangan sport tourism nasional, hingga beragam penemuan nan bakal diterapkan untuk memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan seremoni peluncuran resmi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dan pembukaan penjualan tiket secara simbolis.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai MotoGP Mandalika telah menjadi salah satu instrumen krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pengembangan sport tourism.
"Alhamdulillah, saya rasa tadi sudah disampaikan bahwa ini sebuah event nan prima, event nan bagus," kata Erick di Kantor InJourney, Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Menurutnya, momentum tersebut kudu dimanfaatkan secara maksimal lantaran sejalan dengan arah pembangunan nasional nan telah memasukkan sport tourism sebagai salah satu sektor strategis.
"Momentum ini jangan sampai kita tidak manfaatkan, apalagi tadi disampaikan RPJM dan juga sudah masuk nan namanya sport tourism, juga gimana peningkatan prestasi olahraga dan lain-lain," ujarnya.
Perkembangan Sport Tourism
Erick menambahkan, penyelenggaraan MotoGP di Mandalika terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun, termasuk dari sisi akibat ekonomi nan dihasilkan.
"Nah, ini kita sudah punya kendaraan besar nan memang track record-nya dari tahun pertama itu berkembang," lanjutnya.
Ia menyebut akibat ekonomi nan dihasilkan dari satu kali penyelenggaraan MotoGP mencapai Rp4,7 triliun.
"Jadi economic impact Rp4,7 triliun itu hanya di satu event. Padahal saya tahu sirkuit Mandalika itu sekarang sudah nyaris sepertiganya selama 365 hari, sudah diisi dengan event-event lain," ujar Erick.
Menurut dia, beragam aktivitas lain nan digelar di area Mandalika sepanjang tahun berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi secara keseluruhan.
"Ada maraton kelak di bulan September, terus ada juga MotoGP dan lain-lain nan saya rasa ini jika di kumulatif insyaallah ekonomi impactnya lebih tinggi dari itu," lanjutnya.
Ia menegaskan pemerintah siap memberikan support terhadap pengembangan industri otomotif dan sport tourism nan berkembang di area ekonomi unik tersebut.
"Karena payung hukumnya sudah ada, area ekonomi unik tinggal monetize diturunan daripada industri otomotif ini, agar kita bisa masukkan investasi nan lebih besar dan kami sekali lagi sangat senang dan mendukung, serta apapun ada isunya kami siap membantu," papar Erick.
Langkah Persiapan dan Industri Pariwisata
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka mengatakan seluruh pihak terus melakukan beragam persiapan untuk memastikan penyelenggaraan tahun ini melangkah optimal.
"Setiap seri MotoGP mempunyai karakter dan daya tariknya masing-masing. Mandalika mempunyai posisi nan unik lantaran memadukan kejuaraan balap motor paling bergengsi dengan keelokan destinasi pariwisata Indonesia," kata Troy.
Menurutnya, kehadiran MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan intermezo olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia kepada audiens global.
"Kehadiran MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, keramahan, dan potensi pariwisata Indonesia kepada audiens global," ujarnya.
Karena itu, pihak penyelenggara terus memperkuat beragam aspek operasional guna memastikan kenyamanan seluruh peserta dan pengunjung.
"Karena itu, kami terus melakukan beragam persiapan untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh peserta maupun pengunjung," jelas Troy.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Indonesia merupakan hasil sinergi beragam pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, BUMN, sponsor, organisasi motorsport, pelaku industri pariwisata, UMKM hingga masyarakat lokal.
Kepercayaan bumi terhadap Indonesia sebagai tuan rumah juga semakin meningkat seiring suksesnya penyelenggaraan MotoGP dalam beberapa tahun terakhir.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia sukses menarik sebanyak 140.324 penonton dan menjadi salah satu event olahraga terbesar di Indonesia.
Dampak Ekonomi
Selain memberikan akibat promosi internasional, MotoGP Mandalika juga berkontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam ekosistem event dan destinasi, sementara lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap di beragam sektor pendukung.
Keberadaan MotoGP juga membuka kesempatan nan lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif, seni budaya, kuliner, hingga sektor pariwisata lokal untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka ke pasar nasional maupun internasional.
Menjelang penyelenggaraan 2026, ITDC berbareng MGPA telah melakukan beragam pertimbangan dari penyelenggaraan sebelumnya untuk meningkatkan kualitas operasional secara menyeluruh.
Fokus utama persiapan mencakup aspek keselamatan (safety), keamanan (security), pengelolaan keramaian (crowd management), manajemen transportasi, kebersihan kawasan, hingga peningkatan pengalaman visitor (customer experience).
Selain itu, beragam penataan area terus dilakukan melalui optimasi area destinasi, peningkatan konektivitas menuju atraksi wisata unggulan, penguatan jasa shuttle dan mobilitas kawasan, pengembangan area kuliner dan UMKM nan lebih terkurasi, serta peningkatan standar kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Dengan beragam pembenahan tersebut, visitor diharapkan tidak hanya menikmati tindakan balap di Mandalika International Circuit, tetapi juga memperoleh pengalaman wisata nan lebih komplit sebelum, selama, dan setelah akhir pekan balapan berlangsung.
Melalui support seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan kembali menjadi momentum krusial untuk memperkuat posisi Indonesia dalam almanak olahraga internasional sekaligus menunjukkan keahlian Indonesia dalam menyelenggarakan event kelas bumi dengan standar operasional terbaik dan akibat berkepanjangan bagi masyarakat. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·